Liputan SV : Pentingnya DRP & BCP Bagi Kesuksesan Bisnis Perusahaan
September 28th, 2007 in Liputan SV
Sharing Vision kali ini bertema State Of The Art Disaster Recovery Strategy And Disaster Recovery Center . Dihadiri oleh 40 peserta dari berbagai instansi yaitu Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank Jatim, Bank DKI, Bank BTN, Angkasa Pura I, Telkom, Indosat, Bahana TCW investment Management, Jasa Marga, Sigma Cipta Caraka, Astra Honda Motor, Pembangunan Jaya Motor, Riau Airlines, Lembaga Penjamin Simpanan dan Pertamina
Meski sebagian besar peserta Sharing Vision kali ini sedang melaksanakan ibadah puasa, namun semangat dan antusias tetap terlihat pada diri peserta. Hal ini terlihat dari serunya diskusi diantara pembicara dan peserta. Beberapa peserta mengemukakan bahwa kesulitan utama dalam mengembangkan Disaster Recovery Center (DRC) adalah dari segi biaya yang mahal.
Selain itu Dimitri juga mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang dapat dijadikan pedoman untuk menilai apakah suatu perusahaan itu sudah menerapkan BCP atau DRC secara layak, yaitu : Keberadaan DRC itu sendiri, lalu kelengkapannya, lalu pengujiaannya , setelah tiga hal tersebut perusahaan baru dapat memperoleh keyakinan DRC-nya dapat beroperasi secara baik saat bencana datang.
Pembicara Sharing Vision lainnya Budi Rahardjo mengatakan bahwa sebagian besar perusahaan di
Menurut pakar security ini, masalah-masalah ini terjadi pada umumnya disebabkan iklim pengadaan teknologi informasi yang belum kondusif, sulitnya justifikasi dan estimasi harga pengadaan BCP, DRP, dan DRC serta kurangnya dukungan dari manajemen. (Sharing Vision)