Suatu survei menyebutkan tingkat ketertarikan masyarakat Bandung untuk berlangganan Internet kecepatan tinggi (hi speed Internet) semakin menurun akibat tarif dinilai masih mahal dan kecepatan akses yang tidak sesuai janji.
Dimitri Mahayana, Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision mengungkapkan survei yang dilakukannya pada 242 responden Agustus lalu menunjukkan bahwa responden yang tertarik berlangganan hanya 66 %. Padahal, survei serupa yang dilakukan pada Agustus 2006 menunjukkan tingkat ketertarikan berlangganan mencapai 84%, meskipun harga modem dan tarif berlangganan masih sangat tinggi.
“Ada dua alasan utama responden (kurang tertarik berlangganan) yakni tarif yang dianggap masih mahal serta kecepatan akses yang tidak sesuai janji operator di iklan,” ujar Dimitri. Sebanyak 56% responden mengaku bahwa tarif beralngganan masih memberatkan kantong mereka dimana 33% diantaranya mengaku kecewa dengan performa yang jauh dari yang dijanjikan. Read the rest of this entry »


