Sharing Vision

Minat Berlangganan Internet Turun

Posted on October 31st, 2007 October 31st, 2007 in In The News
Suatu survei menyebutkan tingkat ketertarikan masyarakat Bandung untuk berlangganan Internet kecepatan tinggi (hi speed Internet) semakin menurun akibat tarif dinilai masih mahal dan kecepatan akses yang tidak sesuai janji.

Dimitri Mahayana, Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision mengungkapkan survei yang dilakukannya pada 242 responden Agustus lalu menunjukkan bahwa responden yang tertarik berlangganan hanya 66 %.  Padahal, survei serupa yang dilakukan pada Agustus 2006 menunjukkan tingkat ketertarikan berlangganan mencapai 84%, meskipun harga modem dan tarif berlangganan masih sangat tinggi.

“Ada dua alasan utama responden (kurang tertarik berlangganan) yakni tarif yang dianggap masih mahal serta kecepatan akses yang tidak sesuai janji operator di iklan,” ujar Dimitri. Sebanyak 56% responden mengaku bahwa tarif beralngganan masih memberatkan kantong mereka dimana 33% diantaranya mengaku kecewa dengan performa yang jauh dari yang dijanjikan.

Sharing Vision mencatat persentase keluhan tarif mahal saat ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun lalu, namun persentase kecepatan yang tidak sesuai akses malah meningkat. Dimitri menduga situasi itu terjadi karena operator tidak segera meningkatkan infrastruktur jaringan mereka saat melakukan promo tarif murah yang sangat diminati masyarakat.  ” Tarif memang sudah makin murah hingga Rp.99.000 per bulan seperti digembor-gemborkan berbagai iklan, namu bandwith yang disiapkan tidak ditambah sehingga performa layanan drop.”

Dimitri melanjutkan indikator penurunan ketertarikan berlangganan terlihat dari meningkatnya angka churn (pelanggan yang berhenti berlangganan) dari 10 % pada 2006 lalu menjadi 14 %.

Justru Tumbuh

Berbeda dengan hasil survei itu, kalangan operator justru menilai minat masyarakat untuk berlangganan internet kecepatan tinggi terus meningkat. Menurut GM Kandatel Bandung H.A Romadlon, tingkat ketertarikan berlangganan Speedy, hi-speed Internet PT Telkom, malah semakin meningkat pada tahun ini. Dia menjelaskan jumlah pelanggan Speedy di Bandung sepanjang tahun lalu mencapai kisaran 6.000 sambungan atau dalam tempo delapan bulan sejak pertama kali diluncurkan Mei 2006.

Hingga Oktober 2007, pelanggan bertambah sekitar 7.500 nomor. Dengan demikian, total pelanggan sekarang berjumlah 13.596 sambungan atau rata-rata 800 masyarakat Bandung menjadi pelanggan disetiap bulannya. “Growth-nya sangat bagus sehingga kami berani menargetkan pelanggan Speedy pada akhir tahun ini mencapai 18.000 sambungan. Jadi dalam 2,5 bulan ini diproyeksikan ada penambahan 4.000 pelanggan. Kalau ini tercapai, berarti pertumbuhan tahun ini 100%.”

Aktivasi pelanggan Internet dengan teknologi asymetric digital subscriber line (ADSL) itu setiap bulannya rata-rata mencapai 800 nomor, bahkan pernah melampaui 1.000 nomor seperti pada Desember 2006. Hebatnya, kata dia, pertumbuhan pelanggan tersebut sama sekali tidak menggerus pengguna Internet dial-up Telkomnet Instan yang rata-rata berkisar 4.000 pengguna setiap bulannya.

Tidak ada keluhan

GM Sales and Customer Service Telkomsel Jabar Tb. Daniel Azhari mengaku sampai saat ini tidak ada keluhan dari pelanggan yang menyangkut kualitas jaringan. Apalagi kapasitas jaringan 3,5G untuk layanan Internet kecepatan tinggi dengan produk Flash, masih cukup untuk mengakses data dengan nyaman. “Telkomsel masih mampu memberikan layanan Internet dengan layanan Internet dengan kecepatan akses data yang optimal, karena tingkat utilisasi jaringan ini relatif rendah dan masih jauh di bawah kapasitas, ujar Daniel.

Kalaupun jumlah pelanggan sudah mendekati kapasitas jaringan, menurut dia, Telkomsel pasti akan meningkatkan kapasitas itu untuk menjaga kualitas layanan. Saat ini Telkomsel memberikan layanan 3G dan 3,5G di Bandung, Tasikmalaya, Ciamis dan Cirebon. Pada tahun depan, operator ini menargetkan seluruh ibu kota kecamatan di wilayah pemasaran Jabar, sudah tercover oleh jaringan generasi ketiga.

“Meskipun minat masyarakat Jabar untuk mengakses data tidak setinggi di Jabotabek, Telkomsel tetap berkomitmen untuk mengembangkan jaringan 3G,” tuturnya.  Di tempat terpisah, Head of West Java Region PT Indosat Waseso Segoro, mengungkapkan makin beragamnya fitur Internet terutama didorong oleh tren blogging membuat pengguna layanan Internet operator terus tumbuh.”Pelanggan layanan data Indosat 3,5G kini sudah mencapai 2.1000 sambungan atau rata-rata aktivasi 300 nomor per bulan sejak pertama diluncurkan April 2007. Aktivasi ini stabil, tidak pernah turun,”katanya. (Bisnis Indonesia, 25 oktober 2007)

Leave a Reply