- Written by
admin
- Posted November 22, 2007 at 1:15 am
(matinya) Bisnis VoIP dan 3G
Oleh Budi Rahardjo, Pakar Telematika, Lembaga Telematika Sharing Vision
Dalam bulan ini saya terlibat dalam diskusi tentang bisnis Voice over IP (VoIP) dan 3G. Diskusi ini berlangsung informal dan terpisah. Ada yang diskusinya merupakan bagian dari presentasi saya, ada juga yang diskusi dilakukan ketika santai minum kopi.
Kesimpulan sementara dari hasil diskusi tersebut adalah bisnis VoIP dan 3G di Indonesia TIDAK MENGUNTUNGKAN.
Mari kita bahas satu persatu. Yang pertama soal VoIP. Secara teknologi nampaknya memang VoIP (atau yang sejenis, yaitu komunikasi suara yang dikonversikan ke bentuk digital) merupakan teknologi komunikasi masa depan. Semakin banyak orang dan instansi yang terhubung dengan jaringan komputer / internet. Jelas teknologi IP yang nampaknya menjadi pemenang. Semua komunikasi suara akan dikonversikan ke bentuk digital dan disalurkan ke jaringan berbasis IP ini. Kita bisa lihat dari penggunaan Skype, Yahoo! call, Google talk, dan seterusnya.
Di Indonesia, VoIP ini bermasalah karena tidak jelasnya masalah regulasi. Masalahnya adalah masalah BESAR! (harus saya tulis dengan huruf besar dan bold pula). Akibat dari ketidakjelasan ini sudah beberapa orang masuk penjara! Aneh! Di luar negeri, inovasi VoIP (seperti yang dilakukan oleh Skype) menghasilkan dana investasi mengalir 18 juta dollar. Di Indonesia, inovasi VoIP menjadi 18 hari di penjara. Mengapa teknologi dikriminalisasi. Aduh.
Selama regulasinya masih seperti ini, maka tidak ada orang yang berani melakukan inovasi bisnis VoIP ini. Read the rest of this entry »