Menikahlah atau…Outsource saja
Oleh Agus Nggermanto, Pakar Aritmatika dan Pengembangan Otak Kanan , Lembaga Telematika Sharing Vision
Di akhir 2007 ini Sharing Vision bertema IT Outsourcing. Peserta dan nara sumber sepakat bahwa menentukan outsource mirip-mirip dengan menentukan pasangan hidup: pernikahan. Lebih seru manakah: membahas outsource atau pernikahan?
Seorang pemuda yang tinggal di sebuah kampung di Jawa Timur menikahi gadis impiannya. Pernikahan berlangsung sederhana, mereka memang hidup sederhana. Lima puluh tahun berlalu, pasangan suami istri itu telah berhasil meraih sukses luar biasa. Mereka menjadi orang paling kaya dan terhormat.
Dalam pesta ulang tahun pernikahan yang ke lima puluh, mereka mengundang seluruh pejabat dan rekan-rekan bisnisnya. Pesta berlangsung sangat meriah dan mewah. Sang suami mengagetkan seluruh hadirin dengan berbicara lantang,
“Malam ini, dalam pesta ulang tahun pernikahan kami yang ke lima puluh, saya akan memberikan hadiah paling istimewa kepada istriku yang selalu setia menemaniku dalam segala situasi.”
Suami itu diam sejenak. Para petugas dengan sigap bergerak cepat mempersiapkan hadiah istimewa. Seorang petugas dengan hati-hati membawa piring kecil ke arah suami istri yang sedang merayakan ulang tahun pernikahan. Di atas piring terdapat ikan bakar kecil lengkap dengan pisau dan sendok.
Semua yang hadir menjadi deg-degan menduga-duga apa yang akan dihadiahkan oleh laki-laki itu kepada istrinya yang setia selama 50 tahun.
Suami itu mengambil pisau, memotong ikannya pada bagian ekor dan kepalanya.
“Kuberikan ekor dan kepala ikan ini kepadamu, istriku tercinta.”
Suasana menjadi hening.
“Ini adalah yang menyatukan kami. Bertahun-tahun kami hidup susah. Kami berbagi makanan untuk berdua. Kami tidak mampu membeli makanan dua porsi. Kesederhanan hidup mengantar kami meraih sukses seperti sekarang ini,” sang suami bercerita dengan bangga.
Sang istri menyahut dengan tangisan histeris. Semua yang hadir semakin bingung.
”Suamiku, aku tidak mengira engkau akan tega melakukan ini di pesta pernikahan kita yang ke lima puluh.”
”Aku berpikir bahwa engkau akan memberiku hadiah istimewa malam ini. Tetapi engkau tetap melakukan hal yang paling kubenci selama lima puluh tahun ini: memberiku bagian kepala dan ekor ikan.” sang istri terus tersedu-sedu.
”Istriku…,” sang suami dengan pelan menyahut,”sejak pertama aku makan ikan, bagian yang paling aku suka adalah kepala dan ekornya. Kukorbankan semua yang kusuka demi membahagiakanmu.”
Lima puluh tahun telah berlalu, pasangan suami istri masih belum sepenuhnya saling memahami. Bahkan suami menganggap sesuatu paling berharga tetapi istri menganggap hal itu paling tidak berharga. Komunikasi menjadi hal terpenting untuk menciptakan saling pengertian kedua pihak.
Dalam outsource, peran komunikasi juga sangat penting. Apa saja yang menjadi ekspektasi kedua pihak harus terdefinisi dengan jelas. Bahkan apa yang akan mampu dan tidak mampu dilakukan juga harus dikomunikasikan dengan jelas. Outsource, prinsipnya, adalah untuk kemajuan bersama, win/win partnership. Keuntungan kedua pihak yang menjadi tujuan, baik buyer mau pun outsourcer.
Peter Drucker menekankan bahwa tujuan outsource adalah untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik. Secara logika, kualitas yang lebih baik ini akan mudah dicapai. Dua pihak dengan kompetensi masing-masing akan menghasilkan kualitas yang lebih baik dari yang dihasilkan oleh satu pihak saja. Dalam kondisi riil tidak selalu mudah mendapatkan kualitas lebih baik. Saya berpikir Michael George benar ketika mengingatkan kita agar berhati-hati menghadapi kompleksitas. Ketika sebuah pekerjaan diselesaikan oleh satu pihak, ia memiliki kompleksitas satu, misalnya. Ketika dikerjakan oleh dua pihak kompleksitas meningkat. Brian Tracy meyakini peningkatan kompleksitas ini tidak menjadi 2 kali tetapi kuadratik menjadi 4 kali kompleksitas semula.
Tentu, ketika kita berhasil menangani outsource dengan baik, hasilnya juga sangat menjanjikan. Bukan hanya dua pihak, buyer dan outsourcer, yang akan memetik hasilnya. Tetapi akan membuka peluang inovasi-inovasi kemajuan yang baru. Sebagaimana pernikahan yang berhasil tidak hanya bermanfaat bagi suami istri itu tetapi mereka juga melahirkan generasi-generasi baru untuk meraih masa depan.
Dalam Sharing Vision akhir 2007 lalu, telah terumuskan beberapa cara untuk melakukan outsource yang efektif. Semoga Sharing Vision ini memberi manfaat yang besar bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dan rakyat Indonesia.
Selamat Tahun Baru 2008!
***agusNGGERmanto
He he ….. ? Outsource Pernikahan kayanya seru juga ? Tapi syaratnya udah ada karyawan tetapnya?
Ordinarily, teachers are willing to testify the term paper format writing ability of some their students, nevertheless not all good students can to write professionally because of no time and other reasons. Therefore, a essays online service can help to compose the term papers very fast.