Archive for January, 2008

Pengadaan Teknologi Informasi 2008

Posted 23 Jan 2008 — by trifelo
Category Sharing Vision

Pelaksanaan tanggal 28 Februari – 29 Februari 2008 , di Grand Preanger Bandung

Prosentase software yang dibangun dan siap dipakai hanya 2%. Yang lainnya kalau tidak gagal, harus dimodifikasi atau dibiarkan saja tanpa ada tindak lanjutnya. (www.itprojectfailure.com)

Pengadilan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan denda sebesar US$ 1,52 miliar kepada Microsoft Corp, terkait gugatan lisensi yang diajukan perusahaan peralatan telepon asal Perancis, Alcatel-Lucent. Microsoft sebelumnya digugat oleh Alcatel atas dua tuntutan pelanggaran yang berakaitan dengan standar penggunaan pengubahan file audio menjadi jenis MP3. (www.detiknet.com)

96% responden perusahaan melakukan owner cost estimation sebelum melakukan pengadaan software dan 44% responden perusahaan mengatakan kesulitan yang sering dihadapi dalam pengadaan software adalah merumuskan requirement yang jelas. (Sharing Vision, Survey, Juli 2007)

Sharing Vision Pengadaan Teknologi Informasi 2008 menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti :

  • Bagaimana pengadaan teknologi informasi yang aman dan comply dengan hukum yang berlaku di Indonesia ?
  • Bagaimana perkembangan pengadaan teknologi informasi selama tahun 2007 dan bagaimana trend ke depan di tahun 2008 ?
  • Bagaimana meninjau dan menyempurnakan prosedur pengadaan teknologi informasi agar efektif bagi perusahan dan aman ?
  • Bagaimana penentuan owner estimate ? Bagaimana menentukan penafsiran harga yang akurat tanpa menimbulkan dugaan korupsi ? Bagaimana dengan pembuatan kontrak yang memenuhi seluruh aspek legal ? Apa isu yang sedang berkembang seputar legal pengadaan teknologi informasi ?
Kamis, 28 Februari 2008
09.15-09.30 Morning Coffee/Tea & Registration
09.30-11.30 Keynote Speech : “Me-review Tiga Tahun Geger Pengadaan Teknologi Informasi Statistik, Isu-Isu Sentral dan Kerangka Kerja Pengadaan Teknologi Informasi 2008″
11.30-13.00 Prayer and Luncheon
13.00-14.30 Review dan Penyempurnaan Prosedur Pengadaan Teknologi Informasi (plus Checklist Kelengkapan dan Kematangan Prosedur Pengadaan Teknologi Informasi)
14.30-15.00 Afternoon Coffee Break
15.00-16.30 Metodologi Penentuan Owner Estimate : Penerapan Prinsip Separasi Harga dan Kerangka Kerja WBS (Work Breakdown Structure) Berdasarkan Benchmarking dan Komparasi
   
Jumat, 29 Februari 2008
08.00-09.30 Aspek Legal Pengadaan Teknologi Informasi dan Isu-Isu Kontemporer
09.30-10.00 Morning Coffee Break
10.00-11.30 Diskusi: Pengadaan Teknologi Informasi yang Aman dan Comply dengan Hukum yang Berlaku di Indonesia
11.30-13.30 Penutup
13:.30-15:00 Prayer and Luncheon

Download brosur Pengadaan Teknologi Informasi 2008 untuk informasi lebih detail

Interconnection & Intercarrier Business 2008 : Global Trend and Indonesia State of The Art

Posted 23 Jan 2008 — by trifelo
Category Sharing Vision

Pelaksanaan tanggal 28 Februari – 29 Februari 2008 , di Grand Preanger Bandung

Nilai mobile transport Belanda tumbuh 15% di tahun 2007 menjadi $650 Milyar, sedangkan wireline transport cenderung tetap pada nilai $550 Milyar. (www.neustar.com, 2007)

20 lebih negara sudah mengimplementasikan mobile number portability antar lain : Singapura, Amerika UK, Belanda, Jepang dan lain-lain. (www.syniverse.com, Juni 2007)

Sejak digulirkannya Mobile Number Portability di Jepang, churn rate pelanggan turun dari 1.3% menjadi 0.6%. Yang juga diikuti tren penurunan harga layanan telekomunikasi. (Frost & Sullivan, Juni 2007)

Sharing Vision kali ini diadakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti :

  • Bagaimana kolaborasi dan partnership dalam era konvergensi mampu merubah paradigma dalam bisnis interconnection & intercarrier ?
  • Bagaimana tren global bisnis interconnection & intercarrier, bagaimana tren dari sisi teknologi ?
  • Bagaimana tren & peluang pasar global bisnis interconnection & intercarrier ?
  • Bagaimana halnya pasar interconnection & intercarrier di Indonesia ?
  • Bagaimana tanggapan dan kesiapan operator terhadap interconnection & intercarrier?
  • Bagaimana interconnection & intercarrier dapat diterapkan di Indonesia ? Apa saja yang perlu dipersiapkan ? Bagaimana sebaiknya skema bisnis yang digunakan ?
  • Bagaimana pula dari sisi regulasinya ? Bagaimana regulasi di Indonesia dapat mendukung terwujudnya bisnis interconnection & intercarrier ?
Kamis, 28 Februari 2008
09.15-09.30 Morning Coffee/Tea & Registration
09.30-11.30 The New Age of Collaboration and Partnership Shift in Interconnecrion & Intercarrier Business in Convergence Era
11.30-13.00 Prayer and Luncheon
13.00-14.30 Interconnection & Intercarrier Market (Global Benchmarking)
14.30-15.00 Afternoon Coffee Break
15.00-16.30 Indonesia Interconnection & Intercarrier Market Trend 2008
   
Jumat, 29 Februari 2008
08.00-09.30 Interconnection & Intercarrier Principle and Practices
09.30-10.00 Morning Coffee
10.00-11.30 Regulation on Interconnection & Intercarrier Business in Indonesia 2008
11.30.11.50 Penutup
11.50-14.00 Prayer and Luncheon

Download Interconnection & Intercarrier Business 2008, untuk informasi lebih detail

Wikinomics & Crowdsourcing !

Posted 23 Jan 2008 — by trifelo
Category Sharing Vision

Pelaksanaan tanggal 21 Februari – 22 Februari 2008 , di Grand Preanger Bandung

Perusahaan sebesar Boeing dalam memproduksi kapal terbang andalan 787 Dreamliner hanya mengkontribusikan diri sebesar 35%, sedangkan selebihnya dikerjakan oleh partner crowdsourcing yang tersebar di seluruh dunia. 787 Dreamliner sudah dipesan sebanyak 354 pesanan bernilai lebih dari $36 Milyar. (Wikinomics, Don Tapscott, 2006)

Nilai YouTube mencapai nilai $1.6 Milyar sejak dibeli Google tahun 2006; sudah 2.5 Milyar video dilihat sejak pertama muncul tahun 2005; diakses 20 juta user berbeda per bulan; menghasilkan revenue sebesar $72 juta di 2007, dan diprediksi menjadi $300 juta tahun 2008. (Red Herring research 2007, comScore.com)

35 % dari total inovasi produk P&G berasal dari 1,5 juta peneliti eksternal yang tersebar di seluruh dunia (di luar 7500 staf R&D internal), yang terkolaborasi melalui media Connect and Develop. (Sharing Vision Januari 2007 : Enterprise Market and State of IT Service Industry in Indonesia)

Sharing Vision kali ini mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan Wikinomics & Crowdsourcing, seperti :

  • Apa itu Wikinomic dan Crowdsourcing, dan bagaimana revolusi Web 2.0, wikinomics dan crowdsourcing ?
  • Trend layanan yang mensupport dan melatarbelakangi wikinomic dan crowdsourcing dan bagaimana kesuksesan mereka ?
  • Bagaimana dan apa keuntungan model kolaborasi dan peer production dalam proses R&D perusahaan ?
  • Apa potensi bisnis dari kolaborasi dengan customer dalam mendeliver layanan ?
  • Teknologi apa yang dapat mendukung budaya baru sharing informasi dan knowledge tersebut ? Dan apa pengaruhnya pada manajemen knowledge perusahaan ?
  • Bagaimana peluang booming Web 2.0 dan crowdsourcing di Indonesia ?
  • Bagaimana mengimplementasikan model Web 2.0 dan crowdsourcing dalam bisnis telekomunikasi di Indonesia ?
Kamis, 21 Februari 2008
11.45-12.00 Morning Coffee/Tea & Registration
12.00-13.00 Prayer & Luncheon
13.00-14.30 WE are Smarter than Me: Web 2.0, Wikinomics & Crowdsourcing Revolution
14:30-15:00 Afternoon Coffee Break
15:00-16.30 From R&D to R&WE
   
Jumat, 22 Februari 2008
08.00-09.30 Customer Sell Thyself
09.30-10.00 Morning Coffee Break
10.00-11.30 The New Information & Knowledge Sharing Culture, The Technology and Its Impact on Knowledge Management Booming in Enterprise 2008
11.30-13.30 Prayer and Luncheon
13.30-15.00 Next Web 2.0 and Crowdsourcing Booming in Indonesia 2008 and Next Telecommunication Revolution
15.00-15.15 Penutup

Download Brosur Wikinomics & Crowdsourcing ! untuk informasi lebih detail.

Cobit 4.1 Management Guideline : How to Implement COBIT 4.1 in Enterprise Information Technology

Posted 23 Jan 2008 — by trifelo
Category Sharing Vision

Pelaksanaan tanggal 14 Februari – 15 Februari 2008 , di Grand Preanger Bandung

Survey terhadap 82 IT executive Amerika: 75% diantaranya melihat pergeseran budaya IT ke dalam “IT as sevice”, dan lebih dari 50% responden menyatakan sudah mengadopsi COBIT sebagai standar IT Governance. (Nemertes Research, Mei 2006)

Di Indonesia, 50% perusahaan sudah menggunakan COBIT sebagai standar audit dalam melaksanakan IT Good Corporate Governance. (Sumber: Sharing Vision, Audit Survey, Maret 2007)

Awareness terhadap ISACA, ITGI dan COBIT, meningkat sejak 2003. Awareness terhadap COBIT naik sebesar 50 persen dari 18% (2003) menjadi 27% (2006). Persentase populasi IT menggunakan satu atu lebih bagian dari COBIT sebesar 10% (IT Governance Survey, PricewaterhouseCooper Research, 2006)

Prioritas CIO dalam jangka pendek tetap fokus pada IT service internal. Terjadi tren peningkatan anggaran IT (rata-rata US$90 juta) dimana 51% CIO berencana meningkatkan anggaran IT, 30% tidak merubah anggaran IT, sementara 19% CIO berencana mereduksi anggaran IT perusahaan mereka (Gartner Executive Programs, Februari 2007)

SBSA ini membahas COBIT secara khusus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti :

  • Bagaimana framework COBIT 4.1 secara umum? Apa perbedaan COBIT 4.1 sebagai management guideline dengan COBIT 3 sebagai audit guideline ?
  • Bagaimana langkah-langkah mengimplementasikan COBIT 4.1 dalam IT Governance ?
  • Bagaimana membuat seluruh proses dalam IT Governance cukup mature ditinjau dari standar COBIT 4.1 ?
  • Bagaimana menerapkan langkah-langkah management guideline dalam praktek: melalui kajian studi kasus ?

sbsa.jpg

Kamis, 14 Februari 2008
09.15-09.30 Morning Coffee/Tea & Registration
09.30-11.30 COBIT 4.1: Understanding COBIT as Management Guideline and Its Difference with COBIT as Audit Guideline
11.30-13.00 Prayer & Luncheon
13.00-14.30 Framework & Step By Step Approach of COBIT Implementation
14.30-15.00 Afternoon Coffee Break
15.00-16.30 Case 1: Using COBIT as Management Guideline of IT Management (1)
   
Jumat, 15 Februari 2008
08.00-09.30 Case 2: Using COBIT as Management Guideline of IT Management (2)
09.30-10.00 Morning Coffee Tea
10.00-11.30 Hands-On dan Workgroup Discussion
11.30.11.50 Penutup
11.50-14.00 Prayer and Luncheon

Download Brosur Cobit 4.1 Management Guideline untuk informasi lebih detail

Capacity Planning

Posted 23 Jan 2008 — by trifelo
Category Sharing Vision

Pelaksanaan tanggal 14 Februari – 15 Februari 2008 , di Grand Preanger Bandung

63% dari 369 IT decision maker menyatakan data center mereka telah kehabisan kapasitas, power atau cooling tanpa ada peringatan (warning). (Survey ONStor Inc., leading provider of Network Attached Storage Solutions for the enterprise, based America, September 2007)

Tren kebutuhan bandwidth perusahaan meningkat. 60% responden membutuhkan bandwidth perusahaan meningkat 60% responden yang membutuhkan bandwidth >5 Mbps, meningkat menjadi 74% perusahaan di masa akan datang. (Sharing Vision, Enterprise Telecommunication Market Survey, November-Desember 2007)

SBSA kali ini menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang Capacity Planning seperti :

  • Mengapa capacity planning penting untuk mencapai kinerja IT dan jaringan telekomunikasi yang handal ?
  • Apa dampak capacity planning terhadap performansi bisnis perusahaan ?
  • Bagaimana membangun capacity planning yang dapat mensupport kinerja IT dan bisnis perusahaan ?
  • Studi kasus capacity planning untuk network : apa saja yang perlu diketahui sebelum membangun capacity planning ?
  • Bagaimana pemodelan capacity planning ?
  • Bagaimana waktu respon dan menentukan kebutuhan hardware ?

Selain itu juga ada pembahasan studi kasus capacity planning untuk server, studi kasus capacity planning untuk database/storage dan studi kasus capacity planning untuk data center.

sbsa.jpg

Kamis, 14 Februari 2008
09.15-09.30 Morning Coffee/Tea & Registration
09.30-11.30 The Importance of Capacity Planning in Achieving Information Technology & Telecommunication Network Performance, Its Impact in Enterprise Business Performance, and Framework & Step By Step Approach of Capacity Planning
11.30-13.00 Prayer & Luncheon
13.00-14.30 Case 1 : Network Capacitiy Planning
14.30-15.00 Afternoon Coffee Break
15.00-16.30 Case 2 : Server Capacitiy Planning
   
Jumat, 15 Februari 2008
08.00-09.30 Case 3 : Database/Storage Capacity Planning
09.30-10.00 Morning Coffee Tea
10.00-11.30 Case 4 : Data Center Capacity Planning
11.30.11.50 Penutup
11.50-14.00 Prayer and Luncheon

Download Brosur Capacity Planning untuk Informasi Lebih Lengkap