Sharing Vision

Archive for January, 2008

Liputan SBSA : IT Project Management

Sunday, January 20th, 2008

Masih ingat film Mission Impossible. Untuk menyelesaikan suatu misi yang sangat sulit, Ethan Hunt selalu mengadakan pertemuan dengan anggota timnya. Setiap detail rencana atau plan dijelaskan dan disusun secara matang. Hal serupa juga perlu dilakukan dalam IT Project Management, terutama pada bagian IT Project Planning.

Hal ini disampaikan oleh Fran Suwarman Sjam dalam acara IT Project Management beberapa waktu lalu. Fran juga mengatakan bahwa saat planning ada 2 hal penting yang tidak boleh diabaikan. Pertama, mem-breakdown pekerjaan sedetail-detailnya beserta jadualnya dan menyamakan asumsi beserta batasan-batasan yang digunakan.

arry-a-a.jpg

Menurut pembicara SBSA yang lain Arry Akhmad Arman, berdasarkan survey META Group, 95% proyek IT yang mengalami pembengkakan biaya juga mengalami masalah penjadualan. Sedangkan berdasarkan survey Sharing Vision, di Indonesia masalah yang sering terjadi ketika proyek IT sedang dilaksanakan adalah masalah integrity dengan sistem eksisting. Perusahaan juga harus waspada terhadap kemungkinan munculnya hidden cost, untuk menghindari itu perusahaan harus teliti dan cermat saat menyusun plan.

Siap Terhadap Perubahan Saat Eksekusi

Saat sebuah plan dieksekusi, tak jarang di tengah perjalanan perlu diadakan perubahan-perubahan. Layaknya sebuah permainan catur yang memiliki banyak alternatif langkah, perusahaan juga harus siap jika perlu diadakan perubahan dalam plannya, kata Budi Sulistyo saat Sesi IT Project Execution. Budi Sulistyo juga mengatakan, pada umumnya untuk mengantisipasi hal ini perusahaan memiliki prosedur manajemen perubahan requirement. Prosedur ini digunakan untuk mengontrol perubahan yang terjadi, jika tidak memiliki prosedur ini biasanya akan terjadi Perubahan yang tidak terkontrol menyebabkan melebarnya ruang lingkup. (Sharing Vision)

Liputan SBSA : IT Project Management , tanggal 17-18 Januari 2008. Terimakasih atas partisipasi para peserta dalam acara ini, terimakasih ditujukan untuk Bank DKI, Bank BPD Kalsel, Bank Indonesia, Bank Permata, PTPN VII, Infomedia Nusantara dan Trimegah Securities.

Posted in Liputan, Liputan SBSA | No Comments »


Keluhan Pelanggan Operator Seluler Naik

Friday, January 11th, 2008
Tingkat keluhan pengguna layanan telepon seluler di Kota Bandung diduga terus meningkat seiring semakin ketatnya persaingan antaroperator dalam memberikan tarif.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Konsumen Indonesia (YLBKI) Kota Bandung Yayan Sutarna mengungkapkan naiknya keluhan pelanggan telepon seluler itu setidaknya terlihat dari banyaknya keluhan pengguna seluler yang disampaikan melalu media massa sepanjang tahun 2007.

Dia menjelaskan komplain pengguna selalu muncul di surat pembaca setiap pekannya, terutama yang terkait masalah pentarifan dan layanan seperti aktivasi nada sambung pribadi, dan layanan lainnya. “Kami menilai (keluhan) yang dimuat itu ibarat puncak gunungnya saja atau sebatas orang yang berani menyampaikan komplain. Padahal, yang tidak terlihat di permukaan itu (tidak menyampaikan keluhan) diperkirakan lebih banyak lagi,”katanya kepada Bisnis, kemarin.

Yang menulis surat pembaca, kata dia, harus memiliki pengetahuan dan kemampuan menulis yang cukup, sehingga sebagian besar keluhan yang muncul di surat kabar itu dilakukan oleh pelanggan dari segmen menegah ke atas. Sementara pengguna seluler golongan menengah ke bawah yang notabene jarang mengakses media dan tidak bisa menuliskan perasaannya, hanya bisa mengeluh sebatas di lingkungannya sendiri. (more…)

Posted in In The News | No Comments »


Enterprise Telecommunication Market and State of IT Services Industry in Indonesia

Monday, January 7th, 2008

31 Januari - 1 Februari 2008 , Grand Preanger Bandung

sv_entrprise_januari_08.jpgBagaimana tren bisnis telekomunikasi untuk pasar enterprise di tahun 2008? Bagaimana kinerja layanan enterprise telecommunication yang saat ini sudah ada? Apa saja yang perlu diperbaiki? Apa pendapat dan ekspektasi customer? Apa saja peluang dan layanan-layanan baru yang harus dieksplorasi? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tampaknya akan lebih mudah dijawab apabila pelaku-pelaku di bisnis ini dapat duduk bersama, berdiskusi dan bertukar pengalaman. Untuk itu, tim kami akan menyelenggarakan event Sharing Vision dengan tema: Enterprise Telecommunication Market and State of IT Services Industry in Indonesia.

Melalui event tersebut, nara sumber kami dan hadirin akan mendiskusikan sebuah kerangka (framework) untuk membedah dan mengembangkan bisnis enterprise telecommunication. Apa isi framework itu? Di dalamnya kami mengusulkan empat hal yang harus dipertimbangkan sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas:

  1. Tren global enterprise 2008. Di sini kita akan membedah tren belanja IT dan bidang-bidang yang di-outsource-kan oleh perusahaan. Kita juga akan mencermati tren penggunaan teknologi-teknologi telekomunikasi tertentu (mobile email,IP Telephony, unified communicatio ) dan membahas tren telecommuting serta enterprise architecture yang semakin menuju ke extended enterprise (outsourcing, collaboration) .
  2. Tren layanan. Penyedia layanan harus mengidentifikasi seluruh layanan yang sudah established dan juga yang sedang tumbuh (data center, mobile enterprise, M2M dll). Berikutnya adalah memetakan layanannya sendiri dan juga membangun arsitektur layanan yang lebih lebih efisien (sederhana , terintegrasi dan mudah mengadopsi layanan-layanan baru yang akan diluncurkan).
  3. Tren teknologi. Tren konvergensi (menuju ke unified communication) yang berlanjut harus tetap dicermati oleh penyedia layanan dan juga penggunanya. Di masa datang, fasilitas atau layanan IT menjadi tidak terbedakan lagi dengan dengan fasilitas atau layanan telekomunikasi.
  4. Model bisnis. Hal inilah yang seringkali menjadi faktor utama dalam munculnya bisnis-bisnis baru yang tidak terbayang sebelumnya. Yang pertama harus diperhatikan adalah value chain dari sebuah layanan lengkap (end to end). Selanjutnya adalah menjalin kerjasama dengan beberapa pihak untuk menjalankan sebuah ide layanan bersama-sama. Apa yang menentukan keberhasilan kerjasama ini? Salah satu kuncinya adalah perjanjian kerjasama dan SLA (service level agreement) yang saling menguntungkan (win-win).

Dalam event ini, framework tersebut akan dibahas bersama dengan narasumber Sharing Vision yang telah berpengalaman mendampingi beberapa perusahaan dalam mengembangkan layanan telekomunikasi dan IT. Metode kami adalah diskusi intensif dan membangun kokreasi dari seluruh hadirin. Kami juga telah melakukan survey pasar enterprise telecommunication yang hasilnya juga akan kami sajikan dalam event ini.

Kami tunggu kehadirannya di event kami. Salam Sharing Vision!

Kamis, 31 Januari 2008
11.45-12.00 Registration
12.00-13.00 Prayer & Luncheon
13.00-14.30 Global Trend of Enterprise Telecommunication 2008
14.30-15.00 Afternoon Coffe Break
15.00-16.30 Enterprise Telecommunication Market Survey
Jumat, 1 Februari  2008
08.00-09.30 How to Win Enterprise Telecommunication Market in Indonesia
09.30-10.00 Morning Coffe Break
10.00-11.30 Legal Aspect : Service Level Agreement and Contract
11.30-13.30 Prayer and Luncheon
13.30-15.00 Workgroup Discussion
15.00-15.15 Penutup

Download Brosur “Enterprise Telecommunication Market and State of IT Services Industry in Indonesia” Untuk Informasi Lebih Detail

Posted in Sharing Vision, Agenda (detail) | 1 Comment »


Building Disaster Recovery Strategy and Procedure : A Step by Step Approach

Friday, January 4th, 2008

31 Januari - 1 Februari 2008 , Grand Preanger Bandung

Banjir yang telah terjadi sepekan ini di Jawa Tengah menyebabkan jaringan listrik rusak parah. Beberapa wilayah yang terpaksa mengalami pemadaman adalah Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Kudus , Purwokerto, Cepu (Detikcom, 4 Januari 2008).

PT Telkom mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar akibat 1.355 SST (satuan sambungan telepon) terputus di Bojonegoro. 867 SST terputus akibat rumah kabel terendam air dan 468 SST lainya mati setelah kabel fiber optic yang melintasi sungai Bengawan Solo putus diterjang air banjir. (SuryaOnline, 3 Januari 2008)

it2008_a.jpgHal-hal itu adalah beberapa bencana alam yang menimpa bangsa kita di awal tahun 2008 ini. Di luar itu kita juga harus tetap mewaspadai potensi gempa bumi , tsunami , letusan gunung berapi dan lain-lain. Hal ini tampaknya menjadi salah satu faktor yang menyebabkan DRP/DRC/BCP menjadi isu paling top kedua setelah security dalam penerapan IT di perusahaan (sumber: Sharing Vision, IT Top 10 Issues 2008).

Beberapa pertanyaan yang harus dijawab perusahaan mengenai DRP/DRC/BCP adalah: (1) Apakah perusahaan telah ‘siap’ jika terjadi bencana?, (2) Apakah perusahaan dapat meminimalkan risiko & kerugian jika terjadi bencana?, (3)Berapa besar kerugian yang dialami perusahaan jika terjadi bencana?, (4) Berapa lama perusahaan dapat segera beroperasi kembali setelah bencana?

Dalam event SBSA yang kami selenggarakan ini, kami mengundang hadirin dari berbagai perusahaan untuk mendiskusikan langkah-langkah dalam membangun Disaster Recovery Strategy & Procedure (DRS dan DRP)dan menerapkannya. Acara ini akan dipandu oleh narasumber kami yang telah berpengalaman mendampingi beberapa perusahaan dalam membangun DRS dan DRP.

Poin-poin penting materi yang akan disajikan adalah: (more…)

Posted in SBSA, Agenda (detail) | 3 Comments »


Electronic & Mobile Micro Payment in Indonesia 2008

Friday, January 4th, 2008

24-25 Januari 2008, Savoy Homann Bandung

micropayment.jpgTim Sharing Vision memperkirakan bahwa inovasi-inovasi dalam micro e-payment akan menjadi salah satu isu penting di Indonesia tahun ini. Mengapa demikian?

Pertama, setelah cukup lama berkenalan dan menggunakan secara langsung berbagai alternatif micropayment yang telah ada (debit card, kredit card), saat ini masyarakat Indonesia mulai membandingkan kelebihan dan kekurangan berbagai alternatif tersebut dan kemudian memunculkan berbagai harapan (ekspektasi) baru terhadap layanan ini. Penyedia layanan micropayment harus segera membaca ekspektasi ini dan melakukan perbaikan serta inovasi terhadap layanannya.

Kedua tentang global trend. Saat ini telah bermunculan layanan-layanan micropayment baru di dunia dan beberapa diantaranya sangat sukses. Mereka adalah Octopus di Hongkong, Osaifu Keitai di Jepang, GCash di Filipina. Untuk saat ini, kita harus melangkah sedikit lebih jauh dari sekedar memperbaiki layanan-layanan yang sudah ada. Perusahaan harus berani mengeksplorasi berbagai alternatif teknologi dan model bisnis baru dalam layanan ini. Mengapa model bisnis baru? Ini yang menurut kami sangat menarik! Pemain-pemain baru yang muncul ternyata bukanlah pemain yang di masa lalu lazim berkecimpung di bisnis ini, beberapa yang terpenting adalah: perusahaan transportasi dan operator telekomunikasi.

Ketiga, saat ini regulator, khususnya Bank Indonesia dan DepKominfo telah bersiap-siap mengeluarkan beberapa aturan di bidang transaksi elektronik dan sistem pembayaran. Bahkan Bank Indonesia tampaknya sangat mendukung terciptanya Cashless Society dengan mempertimbangkan manfaatnya yaitu dalam aspek keamanan, mekanisme pengawasan peredaran uang yang lebih mudah dan juga efisiensi dalam pencetakan uang kertas.

Kami mengadakan Event Sharing Vision ini dengan mengundang berbagai pihak yang menurut kami sangat layak untuk duduk bersama dan berdiskusi guna memajukan bisnis ini. Dalam event ini, tiga isu di atas akan dibahas secara detil oleh narasumber Sharing Vision yang telah berpengalaman mendampingi beberapa perusahaan dalam mengembangkan bisnis e-payment. Metode kami adalah diskusi intensif dan membangun kokreasi dari seluruh hadirin. Kami juga telah melakukan survey pasar yang hasilnya juga akan kami sajikan dalam event ini.

Kami tunggu kehadirannya di event kami. Salam Sharing Vision!

Kamis, 24 Januari 2008
09.15-09.30 Morning Coffe/Tea & Registration
09.30-11.30 Benchmarking Report : State-of-the-Art Global Electronic & Mobile Micro Payment
11.30-13.00 Prayer & Luncheon
13.00-14.30 Market Survey 2006-2007: Electronic & Mobile Micro Payment in Indonesia
14.30-15.30 Afternoon Coffe Break
15.00-16.30 Technology and Security Assessment
 
Jumat, 25 Januari 2008
08.00-0930 Electronic & Mobile Micro Payment Interoperability Issue
09.30-10.00 Morning Coffe
10.00-11.30 Regulatory Compliance of Electronic & Mobile Micro Payment in Indonesia:Bank Indonesia Regulation
11.30-11.50 Penutup
11.50-14.00 Prayer & Luncheon

Download Brosur “Electronic & Mobile Micro Payment in Indonesia 2008″ Untuk Informasi Lebih Detail

Posted in Sharing Vision, Agenda (detail) | No Comments »


« Previous Entries Next Entries »