Sebuah perusahaan emas yang hampir bangkrut, memutuskan untuk membuka database informasi mengenai 55 hektar lahan sebagai bahan kontes untuk menemukan titik penambangan. Dengan dibukanya database ini, masyarakat dapat ikut mengakses dan memberikan analisa-analisa, hasilnya perusahaan emas itu mendapat masukan dari masyarakat berupa tempat penambangan yang baru dan valid sebanyak 110 titik penambangan dimana 55 adalah lokasi titik penambangan baru. Perusahaan itu akhirnya tidak jadi bangkrut dan mampu bangkit serta memperoleh pemasukan yang sangat besar, perusahaan emas ini bernama Goldcorp.
Kisah sukses diatas adalah salah satu konsep dari Wikinomics dan Crowdsourcing yang disampaikan oleh Khairul Ummah dan Budi Rahardjo saat sesi 1 Sharing Vision Wikinomics dan Crowdsourcing yang dilaksanakan pada hari ini. Perusahaan kelas dunia yang juga sudah memulai menggunakan konsep Wikinomics dan Crowdsourcing sejak lama dan sukses ialah Boeing 787, Amazon, Google, P&G, Vodafone dan lain-lain. Konsep Wikinomics dan Crowdsourcing sendiri adalah :

Jika melihat kisah sukses Goldcorp, dapat diketahui bahwa perusahaan tersebut sukses karena berani membeberkan database mereka yang sangat vital kepada masyarakat. Pertanyaannya apakah konsep ini dapat digunakan di Indonesia ? Apakah perusahaan-perusahaan di Indonesia cukup berani memulai menggunakan konsep ini ?
Pasti bisa dan harus segera dilakukan, jawab Budi Rahardjo dengan penuh semangat. Menurut Budi Rahardjo, kunci sukses penggunaan konsep Wikinomics dan Crowdsourcing ini adalah adanya komunitas yang mau mensupport melalui ide, masukan, saran maupun kritikan terhadap suatu produk maupun jasa. Dengan adanya komunitas ini tentu perusahaan akan terbantu dan mengurangi effort untuk mengetahui seberapa baik kualitas produk atau jasa yang sedang diluncurkan atau akan diluncurkan.
Salah satu penggerak Wikinomics dan Crowdsourcing adalah Web 2.0 yang di Indonesia juga sedang booming, misalnya blog. Mengenai blog, Budi Rahardjo memberikan beberapa tips kongrit yang dapat digunakan untuk perusahaan yang ingin bermarketing lewat blog. Pertama, kalau bisa jangan di website resmi melainkan di web informal yang lain. Kedua jaring pengunjung dan ciptakan komunitas di blog tersebut. Ketiga, biarkan komunitas tersebut memberikan komentar tentang perusahaan, produk, image perusahaan dan lain-lain. (Sharing Vision)
Artikel terkait : Style Menulis Blog oleh Budi Raharjo
[...] yang disampaikan Pak BR dan Pak Khairul di Grand Preanger, isi presentasinya bisa dibaca disini. Lalu dilanjutkan dengan meeting pekerjaan hingga malam hari. Usai meeting, Pak Yasser mengajak [...]
[...] Komponen terakhir adalah melihat kebutuhan langsung pelanggan sekaligus menciptakan komunitas pengguna produk kita. Esensi dari komponen ini adalah produk yang diluncurkan itu sebenarnya adalah hasil masukan, kritik, ide yang muncul dari pengguna atau calon pengguna produk kita. Masuk akal memang karena hanya pelanggan sendiri yang tahu persis produk seperti apa yang diinginkannya. stilah lainnya adalah Crowdsourcing. Contoh nyata penerapannya seperti membuat forum-forum & blog, dari hasil diskusi atau obrolan para pengunjung dapat disaring berbagai ide, saran dan kritik. Jadi biarkan komunitas membantu anda, senada dengan artikel ini. [...]