Sharing Vision

Mobile & Electronic Micropayment Trend in Indonesia 2008

Posted on May 15th, 2008 May 15th, 2008 in Sharing Vision, Agenda (detail)

Pelaksanaan tanggal 12 - 13 Juni 2008 di Hotel Savoy Homann, Bandung

Menurut estimasi beberapa analyst (Global Insight, BEA, Nilson, IDC, APTA, Visa Business & Economic Analysis) potensi micropayment akan mencapai US$200 Milyar pada tahun 2010 nanti.

Warga Singapura juga bisa memanfaatkan layanan Mobile NFC yang diberikan operator telekomunikasi StarHub. Prinsip kerjanya sama dengan EZ Link namun medium yang digunakan ponsel.

Operator seluler Filipina, Globe, sejak Oktober 2004 lalu meluncurkan Gcash yang memungkinkan transfer uang, pembayaran tagihan, hingga micropayment cukup dengan biaya minimal 1 peso per transaksi.

Dengan merchant mencapai 3500 buah yang tersebar di 15 negara, layanan berbasis fitur SMS ini sekarang diprediksi memiliki nilai transaksi harian hingga US$100 juta! Ponsel bukan sebatas alat komunikasi, tapi sudah jadi dompet virtual.

Di Afrika Selatan, asuransi perjalanan cukup diakses via ponsel ketika perjalanan tengah berlangsung.

Pembayaran listrik via SMS di India otomatis memperoleh diskon 0,5% sementara batas transfer uang antar ponsel di Kenya saat ini sudah mencapai US$1 juta.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Jika survei yang kami lakukan pada 2006 menunjukkan masyarakat yang bersedia dikutip biaya setiap melakukan micropayment hanya mencapai 6%, maka hasil survei tahun berikutnya melonjak di angka 51%.

Demikian pula dengan kesediaan membayar (willingness to pay). Jika sebelumnya mayoritas pengguna hanya bersedia dikutip Rp8.000-Rp12.000 per bulan, maka survei selanjutnya naik jadi Rp5.000-Rp20.000 per bulan.

Schedule

Thursday, June 12, 2008
09.15 - 09.30 Morning Coffee/Tea & Registration
09.30 - 11.30 Regulation Review: Between UU ITE and PBI APMK, and Its Impact for Micropayment in Indonesia
11.30 - 13.00 Prayer & Luncheon
13.00 - 14.30 Global Trend and Indonesia Micropayment Demand 2008 (Plus Market Survey)
14.30 - 15.00 Afternoon Coffee Break
15.00 - 16.30 Technology Assessment, Risk Assessment and Security Issue

Friday, June 13, 2008
08.00 - 09.30 Benchmarking Report on Top Ten Micropayment System in Asia and Global
09.30 - 10.00 Morning Coffee Break
10.00 - 11.30 Workgroup Discussion: Developing Micropayment Business Model in Indonesia
11.30 - 11.50 Penutup
11.50 - 14.00 Prayer & Luncheon

Download Brosur untuk informasi lebih lengkap

7 Responses to “Mobile & Electronic Micropayment Trend in Indonesia 2008”

  1. Less Cash Society itu yang diusung Perbanas untuk Masa depan Perbankan Indonesia

    Micropayment kayanya berada di dalamnya!

    Mungkin cocok untuk orang IT dunia perbankan, Telco dan vendor ATm dll

    Ayo dong rame-rame sukseskan micropayment Indonesia!

    Rukmana on 05.19.08
  2. Estimasi beberapa analyst (Global Insight, BEA, Nilson, IDC, APTA, Visa Business & Economic Analysis) potensi micropayment mencapai US$200 Milyar 2010 nanti, Indonesia kebagian berapa ya?

    Kaya nya pasarnya masih sangat terbuka.

    Rudy on 05.22.08
  3. Di ponselku ada uang 100.000 (T-Cash), sudah terisi sekitar 3 bulan yang lalu :)

    Tapi belum pernah menggunakan :(

    rayyan on 05.22.08
  4. Mas Rayan, dikirm saja ke 0811203356, tidak akan nolak kok, tapi sebelumnya tambah dulu barang 1jt.

    Ikut launching TCash Telkomsel ya?

    Asep on 05.22.08
  5. o ya saya kemaren liat di dekat rumah ada indomaret pake tcash bisa dipakai tuh aa rayyan.

    Socratez on 05.27.08
  6. wah tidak jadi di transfer ni, sudah belanja di Indomaret ya?

    kalau dunia telco dan perbankan Indonesia segera mengarah ke Micropayment ini menarik banget.

    Negara kita akan banyak diuntungkan, apalagi katanya untuk cetak uang recehan 500 atau 100 atau 1000, ongkos buatnya lebih mahal dari nilai uangnya. Kok bisa gitu?

    Asep on 05.27.08
  7. To Rayyan….kayaknya bisa dipake deh di Yonas Photo, btw kita bikin foto bareng se kantor yu disana tar bayarnya pake t cashnya rayyan

    adinda on 05.28.08

Leave a Reply