Sharing Vision

PRICE WAR in Indonesia Telecommunication Market 2008: How Low Can You Go?

Posted on May 15th, 2008 May 15th, 2008 in Sharing Vision, Agenda (detail)

Pelaksanaan tanggal 19 - 20 Juni 2008 di Hotel Grand Preanger, Bandung

The fact is that you may have a great product, but if competitors set ridiculously low prices, customers are going to value your product less.
(Rafi Mohammed, The Art of Pricing, 2006)

43% churn pelanggan seluler disebabkan harga layanan.
(Sharing Vision Survey, Agustus 2006)

Untuk memenangkan kompetisi, operator berusaha menurunkan harga, sehingga memicu operator lain untuk ikut menurunkan harganya. Hal ini membuat harga terus menurun secara kontinu. Tren seperti ini menyebabkan pendapatan operator semakin berkurang, bahkan merugi. (Rob Mattison, The Telco Churn Management Handbook)

Contoh kreatif pricing by value: NTT Docomo menentukan harga layanan i-mode dengan mengamati pola belanja anggaran masyarakat untuk konsumsi majalah:
Flat Rate Monthly Charge: ¥3,900 (¥4,095 incl. tax)/month.

Charges for packet communications other than i-mode ¥0.02 (¥0.21 incl. tax)/month).

Schedule

Thursday, June 19, 2008
11.45 - 12.00 Registration
12.00 - 13.00 Prayer & Luncheon
13.00 - 15.00 Keynote Speech: PRICE WAR in Global and Indonesia Telecommunication Market 2008 : How Low Can You Go?
15.00 - 15.15 Afternoon Coffee Break
15.15 - 16.45 Voice of Indonesia Market: Telecommunication Services Cost & Price (Based on SHARING VISION Market Survey 2006-2008)

Friday, June 20, 2008
08.00 - 09.30 The New Paradigm of Pricing in The Age of PRICE WAR: Pricing for Value
09.30 - 10.00 Morning Coffee Break
10.00 - 11.30 The New Methodology and Tool for Pricing: Pricing for Value
11.30 - 13.30 Prayer & Luncheon
13.30 - 15.00 Workgroup & Discussion: Isu Regulasi Terkait dengan PRICE WAR
15.00 - 15.15 Penutup

Download Brosur untuk info lebih lengkap

5 Responses to “PRICE WAR in Indonesia Telecommunication Market 2008: How Low Can You Go?”

  1. Price War, kaya jaman Napoleon saja!

    Katanya kalau mau menang jangan bertahan, tapi menyerang, tidak peperangan dimenangkan dengan bertahan.
    benar tidak ya?

    Price war ini kayanya nguntungkan semua pihak! tertama wong cilik, harganya jadi lebih murah-murah, mungkin tidak gratis ya……

    Helmi on 05.22.08
  2. lagi -lagi tentunya ini selalu Qos harus diperhatikan jangan hanya Price War melulu………………

    Dimas on 05.27.08
  3. Pricing for value, menarik banget untuk dibicarakan.

    Moga operator kita mendatang, lebih memberikan value dari pricenya.

    Asep on 05.27.08
  4. Sepakat dengan Pak Asep, Pelayanan yang prima harus di kedepankan demi kepuasan pelanggan, dan pelanggan tidak tertipu dengan ‘price war’ para operator ini.

    Zamaludin on 05.28.08
  5. buku acuan dari Rob Mattison (The Telco Churn Management Handbook) dapat di download gratis di situs perusahaannya: www.xitelco.com

    pribadi on 09.08.08

Leave a Reply