Mengacu pada Peraturan Menteri Kominfo No.2 /PER/M.KOMINFO/3/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Telekomunikasi pasal 5, penggunaan menara wajib dilakukan secara bersama tanpa mengganggu pertumbuhan industri telekomunikasi. Hal ini berarti bahwa sebuah menara minimal digunakan oleh 2 operator.
Di pihak lain dengan alasan meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), beberapa Pemerintah Daerah berkeinginan agar penyediaan menara bersama di daerah dilakukan oleh Pemda setempat. Keinginan ini bahkan telah berbuntut pada terjadinya peristiwa perobohan secara sepihak 150 tower yang sedang beroperasi di Bali, yang menyebabkan ribuan pengguna layanan telepon seluler Telkomsel, Excelcomindo Pratama, Mobile-8 Telecom, dan Natrindo Telepon Seluler (Axis), di Bali, mengalami kesulitan dalam menelepon dalam beberapa waktu.
Menurut Menkominfo, keinginan Pemda boleh saja menyediakan fasilitas menara bersama untuk jadi lahan pendapatan asli daerah (PAD), namun jika PAD dijadikan alasan untuk monopoli, maka bisa kena sanksi UU No.5/1999 tentang persaingan usaha. Melihat rentetan kejadian ini, apabila tidak ada peraturan yang jelas, sangat dikhawatirkan Pemda lain akan melakukan hal serupa. Oleh karenanya Pemerintah berinisiatif akan mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri (Departemen Komunikasi dan Informasi,Departemen Dalam Negeri, Departemen Pekerjaan Umum) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tentang menara bersama yang diharapkan akan menjadi titik kompromi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Namun sayang sekali hingga sekarang SKB ini belum ditanda-tangani.
Bagaimana potensi bisnis seluler dan dampaknya bagi pendapatan daerah apabila hal ini mengalami gangguan? Bagaimana memahami isi tentang regulasi menara bersama? Bagaimana implementasi menara bersama di Luar Negeri? Bagaimana regulasi di sana? Bagaimana sebaiknya kita menyikapi kebijakan menara bersama terkait dengan PAD ini?
Sharing Vision sebagai Lembaga Riset dan Pengamat Telekomunikasi dan Teknologi Informasi, ingin mengajak duduk bersama para Pejabat Pemerintah Daerah dan para Operator untuk mendiskusikan hal-hal di atas.
Di harapkan dari event ini, akan ada terobosan dan saling pengertian antara kepentingan Pemda, Operator, dan tentu saja yang paling utama adalah kepentingan masyarakat.
Pelaksanaan:
Kamis – Jumat, 30 April – 01 Mei 2009
Grand Serela Boutique Hotel
Jl. RE. Martadinata No. 56 Bandung
Schedule:
| Kamis, 30 April 2009 | |
| 09.15 – 09.30 | Morning Coffee/Tea & Registration |
| 09.30 – 11.30 | Memahami Bisnis Seluler, Sejarah, dan Potensinya |
| 11.30 – 13.00 | Prayer & Luncheon |
| 13.00 – 14.30 | Memahami Regulasi Menara Bersama (Tower Sharing) |
| 14.30 – 15.00 | Afternoon Coffee Break |
| 15.00 – 16.30 | Studi Kasus: Implementasi Menara Bersama di Beberapa Daerah di Indonesia |
| Jum’at, 1 Mei 2009 | |
| 08.00 – 09.30 | Benchmarking Menara Bersama di Luar Negeri |
| 09.30 – 10.00 | Morning Coffee Break |
| 10.00 – 11.30 | Workgroup & Discussion |
| 11.30 – 11.50 | Penutup |
| 11.50 – 14.00 | Prayer & Luncheon |
|
|
|


Saya tertarik untuk ikut acara tsb diatas
Regards
Hasanuddin Deang
Salam Pak Hasanuddin Deang, jika tertarik Bapak dapat mengirimkanaplication form yang telah diisi lengkap ke Fax 022-7271057 atau email sharing_vision@yahoo.com.
Jika memerlukan info lebih lanjut dapat menghubungi Sharing Vision telp 022-7101403 atau Mobile Phone: Intan 08156021012 & Bambang 0811220401.
Terima kasih atas perhatian Bapak terhadap event-event Sharing Vision.
Salam Sharing Vision
Bambang Setyanugraha
apakah peserta acara ini hanya khusus untuk operator telekomunikasi saja?
mohon info
-rusdi-
diberitahukan bahwa saya ajudan wakil walikota tegal. untuk acara serial workshop tower sharing bpk wakil walikota tegal akan mengikuti acara tersebut. untuk pendaftaran sudah kami fax data dari bapak wakil walikota tegal, yaitu Habib Ali Zaenal Abidin, SE. dan untuk pembayarannya akan kami bayarkan pada waktu acara (hari H). demikian dan atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.
Apakah dalam diskusi ini juga ada semacam guidance atau bantuan bagi kami didaerah untuk menyusun rancangan yg lebih khusus bagi para operator..
pembicaranya darimana saja ya?
kamid dari lembaga riset stimi malang mengirimkan dua orangutusan untuk mengikuti acara ini tks
Wah, indonesia tower yach? Ke depan bagus tuh prospek Indonesia tower kalo tower sharing dah bener-bener jalan..
Jangan salah, pemerintah ngebet pengen tower sharing karena ya ujung-ujungnya jadi bisa dapet duit juga hehe
Any other comment??
@Pak Rusdi
apakah peserta acara ini hanya khusus untuk operator telekomunikasi saja?
mohon info
———
untuk event ini partisipan dari berbagai macam background mulai dari operator, peneliti, pengambil kebijakan pusat dan di daerah bisa mengikuti sharing vision ini.
info lebih lanjut dapat menghubungi Sharing Vision telp 022-7101403 atau Mobile Phone: Intan 08156021012 & Bambang 0811220401.
Salam
Faraday SW
Mengenai “peluang” tower bersama ini sich kayanya sulit bgt. Sedikit pengalaman SIS (Site Investigation Engineering) or pencarian titik untuk tower baru biasanya dilakuin oleh Subcon dengan mencari biasanya 3 kandidat. Yg nantinya akn dipresentasikan kpd operator selaku penyelenggara. Hasilnya hanya akan ada satu kandidat yg terpilih. Dengan maksud tidak ada “permainan”.
Kalo dari sisi operator ya maunya yang deket sama pemukiman penduduk, perkantoran, pasar, jalan raya, pokoknya yang potensial traffik tinggi lah
Selain itu yang pokok ya harus LOS dari BTS/stasiun transmisi yang akan dikonek.
Harga biasanya jadi pertimbangan kedua, asal potensi trafik tinggi biasanya harga gak terlalu masalah hehe
1. Salam pa rusdi, untuk tower sharing tidak dibatasi untuk operator-operator saja, tetapi untuk pendukung-pendukungnya yang lain juga, termasuk pemerintah daerah, dimana banyak tower-tower telekomunikasi berdiri. makasih pa atas pertanyaannya untuk lebih jelasnya bisa langsung telp aja pa, semoga bermanfaat.
2. Salam, pa Agus Tirto, Ya pa fax nya udah kami terima, selamat datang di sharing vision, terimakasih atas keikutsertaannya, semoga bermanfaat untuk kota tegal dan kita semua.