Archive for April, 2009

Broadband Revolution: Culture, Market & Technology

Posted 22 Apr 2009 — by admin
Category Sharing Vision

Pengguna blackberry
telah melewati angka 14 Juta !
(Business Week)

Tahun 2009 blackberry booming di Indonesia.
Saat ini sudah sekitar 100.000 pengguna,
akankah melewati 1.000.000 pengguna
dengan segera ?
(Sharing Vision dari berbagai sumber, 2009)

Facebook & social networking bagaikan air bah !
Perusahaan perlu kebijakan AKSES dan BANDWITH yang baru segera !
(Sharing Vision dari berbagai sumber, 2009)

Pelanggan broadband di Indonesia akan segera menembus 10 juta pelanggan, 
selambatnya 2010 dan akan melaju terus melewati
20 juta pelanggan !
Benarkah Estimasi ini ? Bagaimana reason nya ?
(Dimitri Mahayana, 2009)

Penyediaan dan bisnis infrastruktur broadband BUKAN tujuan akhir.
Remember the Content is the King !
(Arry Akhmad Arman, Personal Interview
by Sharing Vision Maret 2009)

Pelaksanaan:
Kamis – Jum’at, 28 - 29 Mei 2009
Hotel Aston Tropicana
Jl. Cihampelas 125-129, Bandung

Schedule:

Kamis, 28 Mei  2009
09.15 – 09.30 Morning Coffee/Tea & Registration
09.30 – 11.30 New Broadband Culture & Its Trend
11.30 – 13.00 Prayer & Luncheon
13.00 – 14.30 State of Broadband Market in Indonesia & Its Forecast (Plus: Voice of Market [result of sharing vision survey])
14.30 – 15.00 Afternoon Coffee Break
15.00 – 16.30 ABCD: Key of Broadband Success & Case Studies !
Jum’at, 29 Mei  2009
08.00 – 09.30 Blackberry Revolution !
09.30 – 10.00 Morning Coffee Break
10.00 – 11.30 Broadband Business for Enterprise Customer
11.30 – 11.50 Penutup
11.50 – 14.00 Prayer & Luncheon

 

Download brosur untuk informasi lebih lengkap

New Pricing Framework for Telco Services: Predictable Irrasional Pricing VS Pricing by Value

Posted 22 Apr 2009 — by admin
Category Sharing Vision

Perang harga akan selalu berakhir dengan market share yang kurang lebih sama dengan sebelum perang harga, namun dengan profit margin yang lebih kecil untuk masing-masing operator telekomunikasi!. (Source: Rob Mattison, “Churn Management”, 2006)

Dengan US$ 0.99 / track, banyak orang mengatakan iPOD dengan itunes-nya di awal launchingnya sebagai “idiots PRICE our devices” atau “I prefer old-fashioned discs”, namun ternyata iPOD booming . Key sucessnya? Harddisk yang amat besar membuat orang memiliki kebebasan utk mengendalikan musik apa yang ia ingin dengarkan pada variasi situasi yang ada! Ini adalah salah satu contoh PRICING BY VALUE.

Revenue SMS $ 1400 per MB, jauh lebih tinggi dari harga broadband acess (kira-kira US $ 11 s/d US$ 38 per GB), revenue ringtone (100 Kb) 20 kali lipat dibanding full track music download (2Mb) menunjukkan prinsip PRICING BY VALUE ! Revenue terbesar dan margin terbaik di sektor telekomunikasi datang dari layanan yang menggunakan bandwidth sekecil mungkin, namum mempunyai value yang tinggi bagi pelanggan.” (Source: SHARING VISION)

Sharing Vision kali ini mengajak top executive perusahaan telekomunikasi di Indonesia untuk mendiskusikan PRICING FOR VALUE. Strategi pricing merupakan satu pilar dari 4P Marketing Mix ala Kotler, dan kini merupakan salah satu faktor sukses kunci terpenting perusahaan telkomunikasi.

Penentuan harga yang terjangkau dan masuk dalam willingness to pay (WTP) pelanggan merupakan tipping point suatu layanan telekomunikasi diterima oleh masyarakat luas, namun harga yang terlalu rendah berdampak profit margin yang semakin kecil.

Semoga melalui Sharing Vision ini perusahaan-perusahaan telekomunikasi di Indonesia semakin wise (bijak) dalam menentukan tarif, sehingga benar-benar men-generate bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan, membangkitkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui akses dan layanan telekomunikasi, dan ikut membangun ekonomi riil Indonesia berbasi inovasi telekomunikasi.

Welcome to Aston Tropicana Bandung, Welcome to this Sharing Vision.

Pelaksanaan:
Kamis – Jum’at, 07 – 08 Mei 2009
Hotel Aston Tropicana
Jl. Cihampelas 125-129, Bandung

Schedule:

Kamis, 07 Mei  2009
09.15 – 09.30 Morning Coffee/Tea & Registration
09.30 – 11.30 Voice of Indonesia Market : Telecommunication Services Cost & Price
11.30 – 13.00 Prayer & Luncheon
13.00 – 14.30 The New Paradigm of Pricing : Pricing by Value
14.30 – 15.00 Afternoon Coffee Break
15.00 – 16.30 The New Methodology and Tool for  Pricing : Pricing by Value
Jum’at, 08 Mei  2009
08.00 – 09.30 Predictable Irrational Pricing Framework
09.30 – 10.00 Morning Coffee Break
10.00 – 11.30 Workgroup Discussion
11.30 – 11.50 Penutup
11.50 – 14.00 Prayer & Luncheon

 

Download brosur untuk informasi lebih lengkap

E-Procurement

Posted 16 Apr 2009 — by admin
Category Sharing Vision

Mengacu pada:Keppres Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah yang telah diubah keenam kali, dan terakhir yang bisa kita temui adalah dengan Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2006

Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang  Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

Maka Pemerintah Pusat terus memacu agar departemen-departemen dan pemerintah daerah terus berupaya untuk meningkatkan good gorvernance-nya melalui implementasi
e-procurement.

Melalui e-procurement ini diharapkan akan mampu: Memudahkan sourching, proses pengadaan, dan pembayaran.  Komunikasi online antara buyers dengan vendors. Mengurangi biaya proses dan administrasi pengadaan. Menghemat biaya dan mempercepat proses. Meningkatkan akuntabilitas, dan transparansi. Menurunkan angka KKN;

Walaupun program e-procurement terus dikumandangkan namun kenyataannya baru 24 e-procurement yang telah diimplementasikan di lingkungan pemerintahan. Padahal upaya pemerintah melalui Depkominfo telah menyediakan panduan instalasi dan panduan penyediaan e-procurement ini melalui website http://www.sepp.depkominfo.go.id/, namun rupanya baru sedikit yang memanfaatkan.

Apa sebenarnya yang menjadi kendala dalam pengembangan e-procurement? Bagaimana menjaga agar e-procurement yang dibangun akan aman, handal, dan terpercaya? Bagaimana membangun e-procurement yang ideal?

Bagaimana langkah-langkahnya? Bagaimana studi kasus implementasi e-procurement yang telah dilakukan? Bagaimana pengalaman-pengalaman mereka (best practice) di Luar dan Dalam Negeri? Bagaimana melakukan audit terhadap e-procurement yang telah kita kembangkan?

Melalui event ini, Sharing Vision ingin berbagi pengalaman dalam implementasi e-procurement dan tantangan-tantangannya, dengan harapan agar para peserta mempunyai terobosan untuk segera merealisasikan e-procurement yang keamanan, kehandalan, dan keakuratan. Bagi peserta yang instansinya telah mempunyai e-procurement, melalui even ini diharapkan akan mampu mengaudit sistem e-procurement yang telah dimiliki.

Pelaksanaan

Kamis – Jumat, 28 – 29 Mei  2009
Grand Serela Boutique Hotel
Jl. RE. Martadinata No. 56 Bandung

Schedule

Kamis, 28 Mei  2009
09.15 – 09.30 Morning Coffee/Tea & Registration
09.30 – 11.30 Memahami Regulasi tentang e-Procurement
11.30 – 13.00 Prayer & Luncheon
13.00 – 14.30 Langkah-langkah membangun e-Procurement
14.30 – 15.00 Afternoon Coffee Break
15.00 – 16.30 Studi Kasus & Tantangan: Implementasi e-Procurement di Indonesia dan Dunia
Jum’at, 29 Mei  2009
08.00 – 09.30 Membangun Keamanan Sistem Informasi dan e-Procurement
09.30 – 10.00 Morning Coffee Break
10.00 – 11.30 Melakukan Audit dan Kaji Ulang Implementasi e-Procurement
11.30 – 11.50 Penutup
11.50 – 14.00 Prayer & Luncheon

 

Download brosur untuk informasi lebih lengkap

New Framework for Developing Enterprise IT Strategy 2009

Posted 16 Apr 2009 — by admin
Category Sharing Vision

Permasalahan utama dalam pengembangan IT Strategy dan IT Master Plan di berbagai institusi/perusahaan di Indonesia adalah :

  • Bagaimana membangun IT Strategy dan IT Master Plan yang mampu ikut mendiferensiasi bisnis di dunia IT yang amat didominasi dan di-drive oleh vendor ?
  • IT Strategy dan IT Master Plan yang pengembangannya kurang mempertimbangkan persoalan budaya lokal dan dinamikanya, ternyata memperoleh hambatan yang signifikan dalam implementasinya.
  • IT Strategy dan IT Master Plan yang pengembangannya kurang mempertimbangkan keterbatasan technical seperti buruknya infrastruktur telekomunikasi di Indonesia dan lain-lain memiliki potensi untuk menjadi sumber persoalan yang tak kunjung selesai di perusahaan menghasilkan suatu lingkungan IT yang tidak bisa dikendalikan dan tidak reliable.
  • Bagaimana membangun IT Strategy dan IT Master Plan yang di satu sisi mampu menjadi guide-line dan standard pengembangan teknologi informasi di perusahaan, namun di sisi lain tidak kehilangan fleksibilitasnya dalam menghadapi dunia yang berubah demikian cepat?

Pelaksanaan:
Kamis – Jum’at, 28 - 29 Mei 2009
Hotel Aston Tropicana
Jl. Cihampelas 125-129, Bandung

Schedule:

Kamis, 28 Mei  2009
09.15 – 09.30 Morning Coffee/Tea & Registration
09.30 – 11.30 Trend & Paradox in Information Technology : IT Strategy vs IT Planning
11.30 – 13.00 Prayer & Luncheon
13.00 – 14.30 Developing Enterprise Information Architecture, Roadmap & Standardization
14.30 – 15.00 Afternoon Coffee Break
15.00 – 16.30 Reviewing Sufficiency of Enterprise Information Technology Architecture
Jum’at, 29 Mei  2009
08.00 – 09.30 Developing & Reviewing IT Security Strategy
09.30 – 10.00 Morning Coffee Break
10.00 – 11.30 Workgroup Discussion
11.30 – 11.50 Penutup
11.50 – 14.00 Prayer & Luncheon

 

Download brosur untuk informasi lebih lengkap

IT Project Management

Posted 16 Apr 2009 — by admin
Category Sharing Vision

1.  Hanya 7% tingkat kematangan manajemen proyek dikategorikan dalam criteria ‘leading and strong practice’, 47% terstandarisasi, 7% masih menggunakan ‘ad hoc’, dan 36% menggunakan langkah-langkah ‘informal’.

2. Tiga faktor utama penyebab kegagalan proyek adalah: ruang lingkup permintaan/perubahan yang tidak jelas, proses manajemen proyek yang jelek, dan kurangnya dukungan eksekutif dan manajemen.

3. Proyek dengan kemampuan analis yang buruk akan membutuhkan effort 42% lebih banyak dari effort nominal, tetapi jika proyek tersebut memiliki analis terbaik maka effort yang dibutuhkan -29% dari effort nominal. (Sharing VisionTM, dan berbagai sumber)

Apakah proses manajemen proyek kita selama ini telah lengkap dan menyentuh pada titik-titik kritis dalam pelaksanaan pengelolaan proyek?

Apakah setiap proyek yang kita lakukan, kita pahami betul misi, tujuan, dan business case yang mendasarinya?

Apa saja hal-hal yang sering menyebabkan kegagalan sebuah proyek?

Bagaimana sebuah proyek dikatakan sukses?

Apakah perusahaan sudah mempunyai manajemen risiko untuk mencegah terhadap kegagalan proyek?

Apakah perusahaan telah mempunyai framework untuk menyatakan ‘close’ pada sebuah proyek sehingga tidak ada proyek yang
terkatung-katung?

Bagaimana cara perusahaan melakukan review untuk melihat performansi proyek sudah sesuai dengan perencanaan awal proyek?

Pelaksanaan:
Kamis – Jum’at, 14 - 15 Mei 2009
Hotel Aston Tropicana
Jl. Cihampelas 125-129, Bandung

Schedule:

Kamis, 14 Mei 2009
09.15 – 09.30 Morning Coffee/Tea & Registration
09.30 – 11.30 IT Project Management Framework
11.30 – 13.00 Prayer & Luncheon
13.00 – 14.30 Initiating the IT Project and Planning the IT Project Scope
14.30 – 15.00 Afternoon Coffee Break
15.00 – 16.30 Planning Quality, Risk Management and IT Project Schedule
Jum’at 15 Mei 2009
08.00 – 09.30 Executing the Project and Monitoring
09.30 – 10.00 Morning Coffee Break
10.00 – 11.30 Closing the Project
11.30 – 11.50 Penutup
11.50 – 14.00 Prayer & Luncheon

 

Download brosur untuk informasi lebih lengkap