BANDUNG – Depkominfo tidak perlu memaksakan pelaksanaan tender WiMax, mengingat kesiapan industri nasional dalam produksi perangkat akhir (CPE/customer premises equipment) dinilai belum optimal. Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Dimitri Mahayana mengungkapkan, lima produsen WiMax dalam negeri yang ada saat ini lebih konsentrasi mengembangkan perangkat jaringan/base subscriber dibandingkan dengan membuat CPE. “Produsen yang sudah mengembangkan CPE pun menawarkan harga ritel di atas 300 dolar AS per unit. Ini terlalu mahal bagi masyarakat, sekalipun kebutuhan masyarakat atas layanan broadband nirkabel sedang tinggi-tingginya,” katanya di Bandung beberapa waktu lalu. (A-176)** ( Pikiran Rakyat)
WiMax Tak Perlu Dipaksakan
No Comments
Posted 08 Apr 2009 in Sharing Vision
