Archive for April, 2009

Capacity Planning for Improving Enterprise IT Performance

Posted 16 Apr 2009 — by trifelo
Category Sharing Vision
  • Studi kasus capacity planning untuk server : 
    apa saja yang perlu diketahui sebelum membangun capacity planning?, bagaimana pemodelan capacity planning, bagaimana membangun balanced model?, bagaimana  menambahkan fitur security pada web server capacity planning?, bagaimana meningkatkan performansi web server?
  • Studi kasus capacity planning untuk database /storage :
    apa saja yang perlu diketahui sebelum membangun capacity planning?, bagaimana mengkluster workload dan menentukan service demand? bagaimana meningkatkan performansi database?
  • Studi kasus capacity planning untuk data center :
    apa saja hal penting dalam membangun capacity planning data center?
    Bagaimana model capacity planning untuk data center? Bagaimana analisa biayanya?
  • Studi kasus capacity planning untuk network :
    apa saja yang perlu diketahui sebelum membangun capacity planning?,
    bagaimana pemodelan capacity planning?, 
    bagaimana waktu respon dan menentukan
    kebutuhan hardware?

63% dari 369 IT decision maker menyatakan data center mereka telah kehabisan kapasitas, power atau cooling tanpa ada peringatan (warning). (survey ONStor Inc., leading provider of Network Attached Storage solutions for the enterprise, based America, September 2007)

Tren kebutuhan bandwidth perusahaan meningkat. 60% responden membutuhkan bandwidth >5 Mbps, meningkat menjadi 74% perusahaan di masa akan datang. (SHARING VISION™, Enterprise Telecommunication Market Survey,  November – Desember 2007)

Pelaksanaan:
Selasa - Rabu, 19 - 20 Mei 2009
Hotel Aston Tropicana
Jl. Cihampelas 125-129, Bandung

Schedule:

Selasa, 19 Mei 2009
09.15 – 09.30 Morning Coffee/Tea & Registration
09.30 – 11.30 IT Performance by design
11.30 – 13.00 Prayer & Luncheon
13.00 – 14.30 Case 1: Network Capacity Planning
14.30 – 15.00 Afternoon Coffee Break
15.00 – 16.30 Case 2: Server Capacity Planning
Rabu, 20 Mei  2009
08.00 – 09.30 Case 3: Database Capacity Planning
09.30 – 10.00 Morning Coffee Break
10.00 – 11.30 Case 4: Data Center Capacity Planning
11.30 – 11.50 Penutup
11.50 – 14.00 Prayer & Luncheon

 

Download brosur untuk informasi lebih lanjut

IT Human Resource Management: Trend & Issue

Posted 15 Apr 2009 — by trifelo
Category Sharing Vision
  • Bagaimana membentuk organisasi IT yang ideal bagi perusahaan ?
  • Bagaimana kemudian mencari orang yang tepat dalam menangani organisasi IT di perusahaan ?
  • Bagaimana last up date kategori-kategori pekerjaan terkini dalam bidang teknologi informasi ?
  • Bagaimana cara mengukur kompetensi IT dari calon karyawan yang akan direkrut untuk divisi IT ?
  • Bagaimana melakukan change management (manajemen perubahan) dalam kaitannya dengan penerapan suatu sistem IT yang baru ?
  • Bagaimana standar gaji berbagai posisi pekerjaan teknologi informasi ?

Kali ini kita mengajak perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk mendiskusikan dan mencari terobosan dalam bidang manajemen teknologi informasi. Teknologi informasi kini memiliki peran yang sangat penting sebagai ujung tombak defferentiating point dan inovasi di perusahaan.

Perusahan-perusahaan, misalnya seperti perbankan, operator telekomunikasi, oil dan gas, retail, dll amat tergantung pada teknologi informasi dalam memenangkan pasar. Dan dibalik itu semua adalah SDM.

SDM dan organisasi teknologi informasi yang handal adalah prasyarat utama teknologi informasi yang inovatif dan handal. Dalam beberapa industri bahkan tidak mungkin mencapai compliance tanpa dukungan teknologi informasi yang well performed.

Selamat berpartisipasi dan semoga bermanfaat.

Pelaksanaan:
Kamis – Jum’at, 07 – 08 Mei 2009
Hotel Aston Tropicana
Jl. Cihampelas 125-129, Bandung

Schedule:

Kamis, 07 Mei  2009
09.15 – 09.30 Morning Coffee/Tea & Registration
09.30 – 11.30 IT Human Resource Trend & Considerations
11.30 – 13.00 Prayer & Luncheon
13.00 – 14.30 IT Organization based on ITIL, COBIT & Best Practice
14.30 – 15.00 Afternoon Coffee Break
15.00 – 16.30 IT Human Resource Competence Profile 2009
Jum’at, 08 Mei  2009
08.00 – 09.30 Change Management
09.30 – 10.00 Morning Coffee Break
10.00 – 11.30 Workgroup Discussion
11.30 – 11.50 Penutup
11.50 – 14.00 Prayer & Luncheon

 

Download brosur untuk informasi lebih lengkap

WiMAX Tender: Regulasi, Market, & Kesiapan Industri Pendukung

Posted 13 Apr 2009 — by trifelo
Category Sharing Vision

photo bersama

wimax2april092.jpg

wimax2april093.jpg

wimax2april094.jpg

WiMax Tak Perlu Dipaksakan

Posted 08 Apr 2009 — by trifelo
Category Sharing Vision

BANDUNG – Depkominfo tidak perlu memaksakan pelaksanaan tender WiMax, mengingat kesiapan industri nasional dalam produksi perangkat akhir (CPE/customer premises equipment) dinilai belum optimal. Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Dimitri Mahayana mengungkapkan, lima produsen WiMax dalam negeri yang ada saat ini lebih konsentrasi mengembangkan perangkat jaringan/base subscriber dibandingkan dengan membuat CPE. “Produsen yang sudah mengembangkan CPE pun menawarkan harga ritel di atas 300 dolar AS per unit. Ini terlalu mahal bagi masyarakat, sekalipun kebutuhan masyarakat atas layanan broadband nirkabel sedang tinggi-tingginya,” katanya di Bandung beberapa waktu lalu. (A-176)** ( Pikiran Rakyat)

Panitia Tender WiMax

Posted 07 Apr 2009 — by trifelo
Category Sharing Vision

  JAKARTA: Depkominfo telah membentuk panitia tender WiMax 2,3 GHz yang tengah mempersiapkan aturan tender dan akan diumumkan dalam waktu dekat.Suhono Harso Supangkat, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), mengatakan kepanitiaan tender sudah dibentuk 1 April 2009.”Kami harapkan beberapa keputusan segera dapat kami tuntaskan beberapa waktu ke depan,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Keputusan tersebut di antaranya untuk menuntaskan proses alokasi frekuensi dan penyelenggaraan BWA di 2,3 GHz.

Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, menuturkan penentuan jadwal tender WiMax tahun ini sudah tepat waktu dan sesuai dengan kesiapan industri nasional.

“Jika tidak ada perubahan, kami akan mengumumkan lelang selambatnya 19 April 2009 sesuai Keputusan Menteri No 04/2009,” ujarnya.

Menurut Gatot, harga spektrum WiMax belum diputuskan, karena Depkominfo tidak dapat memutuskan sepihak tanpa berkoordinasi dengan Depkeu.

Kesiapan vendor WiMax lokal

Vendor

Volume produksi (unit) *

Handset

BS

PT Hariff DTE

200.000

20.000

PT TRG

400.000

40.000

PT Inti

500.000

50.000

PT LEN Industri

500.000

160.000

Total nasional

1.600.000

160.000

Sumber: Sharing Vision
*) volume produksi maksimal per tahun

Besaran harga spektrum per zona hingga penjadwalan tender akan menjadi satu paket keputusan yang tertuang dalam dokumen tender.

“Kami tidak akan menunda-nunda lagi rencana tender ini. Industri BTS dan CPE juga sudah kami perhitungkan kesiapannya sebelum kami terbitkan Keputusan Menteri terkait BWA,” tegas Gatot.

Pemerintah akan membuka tender WiMax di 15 zona, di mana setiap zona memiliki karakter berdasarkan kondisi sosial ekonomi masing-masing zona. Dengan demikian akan ada zona yang harga spektrumnya lebih tinggi dari zona yang lain.

Fokus ke BS

Pemerintah tidak perlu memaksakan pelaksanaan tender WiMax, mengingat kesiapan industri nasional dalam memproduksi peranti CPE (customer premises equipment) atau handset (ponsel) WiMax dinilai belum optimal.

Dimitri Mahayana, Direktur lembaga riset telematika Sharing Vision, mengungkapkan empat produsen WiMax dalam negeri yang ada saat ini, lebih konsentrasi mengembangkan peranti jaringan berupa base subscriber (BS) dibandingkan dengan membuat handset.

“Produsen yang sudah mengembangkan CPE pun menawarkan harga ritel di atas US$300 per unit. Ini terlalu mahal bagi masyarakat, sekalipun kebutuhan masyarakat atas layanan broadband nirkabel, lagi tinggi-tingginya,” katanya di Bandung, akhir pekan lalu.

Saat ini terdapat empat produsen peranti WiMax nasional, yaitu PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff DTE), PT Technology Research Group (TRG), PT Inti, dan PT LEN Industri.

Sharing Vision mencatat pengguna eksisting Internet kecepatan tinggi nirkabel di Indonesia berkisar 6 juta orang. Survei yang dilakukan lembaga itu pada Januari 2009 menunjukkan pula 91% dari 100 responden ingin CPE WiMax gratis dari operator.

Dengan melihat situasi itu, lanjut Dimitri, maka diperlukan unit perangkat akhir dalam jumlah banyak dari produsen dalam negeri (sedikitnya 1 juta unit), agar misi pemberdayaan industri nasional yang diinginkan pemerintah selama ini akan tercapai.

“Karena itu, sekalipun dokumen tender harus diumumkan pada 19 April ini atau 3 bulan setelah keluar Permen WiMax, kami meminta Depkominfo terlebih dulu menginformasikan dengan jujur kesiapan produksi CPE industri lokal ini,” katanya.

Apabila belum siap, tender tidak perlu dipaksakan digelar bulan ini.

Lebih baik, lanjut Dosen Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, dilakukan analisis kesiapan dan mengumpulkan komitmen industri. (bisnis indonesia)