Apa yang mendorong pelanggan melakukan churn? Padahal investasi awal layanan broadband cukup mahal?
Bagaimana pengaruh price war khususnya untuk layanan wireless terhadap angka churn saat ini?
Dengan banyaknya promo yang diberikan operator,apakah hal tersebut memicu pelanggan untuk berpindah operator yang menawarkan promo dan tarif yang lebih menarik dari yang diberikan oleh operator mereka saat ini
Apakah pelanggan lebih memilih memiliki beberapa nomor sekaligus dari pada melakukan churn? Apa alasan mereka? Faktor apa saja saat ini yang benar-benar membuat pelanggan meninggalkan operator lamanya (churn)?
Bagaimana dampak dari semua layanan wireless ini terhadap pemakaian PSTN? Apakah pelanggan masih saja mempertahankan PSTN-nya? Mengapa? Apakah layanan broadband juga telah mengalami fenomena churn?
Pelaksanaan
Kamis – Jumat , 25 – 26 Juni 2009
Hotel Aston Tropicana
Jl. Cihampelas 125-129, Bandung
Schedule
| Kamis, 25 Juni 2009 |
| 09.15 – 09.30 |
Morning Coffee/Tea & Registration |
| 09.30 – 11.30 |
Wireless Churn Report 2009 and Market Survey |
| 11.30 – 13.00 |
Prayer & Luncheon |
| 13.00 – 14.30 |
Broadband Churn Report 2009 and Market Survey |
| 14.30 – 15.00 |
Afternoon Coffee Break |
| 15.00 – 16.30 |
A-D-A Strategy for Minimizing Churn(1) |
|
|
| Jum’at, 26 Juni 2009 |
| 08.00 – 09.30 |
A-D-A Strategy for Minimizing Churn(2) |
| 09.30 – 10.00 |
Morning Coffee Break |
| 10.00 – 11.30 |
Workgroup Discussion |
| 11.30 – 11.50 |
Penutup |
| 11.50 – 14.00 |
Prayer & Luncheon |
|
|
Download brosur untuk informasi lebih lengkap
Kapankah kita harus memikirkan untuk mulai berinvestasi untuk menambah kapasitas jaringan?
Bagaimana melakukan perencanaan kapasitas dalam jaringan?
Bagaimana cara memprediksi teletraffic dari layanan voice, sms dan data?
Apa saja metode terkini yang sering dilakukan? Bagaimana teknik menggunakan metode tersebut?
Pendekatan apa saja yang bisa kita gunakan? Untuk prediksi jangka pendek dan jangka panjang?
Pada acara Sharing Vision ini, kita akan mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Harapan kami, setelah acara ini para peserta memahami dan mampu melakukan teknik peramalan teletrafik dan memahami pentingnya peramalan teletrafik dalam merencanakan kapasitas yang mencukupi untuk layanan telekomunikasi yang diselenggarakan.
Metode peramalan yang akan diperkenalkan disini adalah peramalan trafik dengan menggunakan metode ekonometri, regresi, superposisi dan moving average (ARMA dan ARIMA).
Pelaksanaan
Kamis – Jumat, 30 – 31 Juli 2009
Hotel Aston Tropicana
Jl. Cihampelas 125-129, Bandung
Schedule
| Kamis, 30 Juli 2009 |
| 09.15 – 09.30 |
Morning Coffee/Tea & Registration |
| 09.30 – 11.30 |
Teletraffic Forecasting Trend and Issue: When will we decide to add our capacity? |
| 11.30 – 13.00 |
Prayer & Luncheon |
| 13.00 – 14.30 |
Basic Statistics for Teletraffic Forecasting |
| 14.30 – 15.00 |
Afternoon Coffee Break |
| 15.00 – 16.30 |
Teletraffic Forecasting Method and Case study (1) |
| |
|
| Jum’at, 31 Juli 2009 |
| 08.00 – 09.30 |
Teletraffic Forecasting Method and Case study (2) |
| 09.30 – 10.00 |
Morning Coffee Break |
| 10.00 – 11.30 |
Workgroup Discussion |
| 11.30 – 11.50 |
Penutup |
| 11.50 – 14.00 |
Prayer & Luncheon |
|
|
Download brosur untuk informasi lebih lengkap
63% perusahaan di Indonesia mempunyai BCP namun, hanya 56% BCP yang telah diuji.
Dari seluruh perusahaan yang memiliki BCP/DRP: 90% diantaranya belum lengkap.
Banyak perusahaan sudah memiliki BCP, tetapi BCP-nya tidak berjalan ketika terjadi bencana.
Padahal, sejak 26 Desember 2005, setidaknya Indonesia telah menghadapi sekitar 399 bencana dengan korban lebih dari 182 ribu jiwa.
Dengan melihat keseriusan organisasi global dan nasional dalam menghadapi masalah BCP dan Security di atas, maka dapat dibayangkan betapa besarnya peran BCP dan Security untuk eksistensi dan survivability sebuah perusahaan.
Dengan SHARING VISION ini diharapkan perusahaan-perusahaan dapat lebih bisa mewujudkan visinya ‘berperan aktif mendukung terwujudnya iklim usaha Indonesia yang berdaya saing global’ dan misi perusahaan dapat tercapai dengan cepat dan aman.
Pelaksanaan
Kamis – Jumat, 25 – 26 Juni 2009
Hotel Aston Tropicana
Jl. Cihampelas 125-129, Bandung
Schedule
| Kamis, 25 Juni 2009 |
| 09.15 – 09.30 |
Morning Coffee/Tea & Registration |
| 09.30 – 11.30 |
State of the Art Business Continuity and Disaster Recovery Planning in Indonesia 2009 |
| 11.30 – 13.00 |
Prayer & Luncheon |
| 13.00 – 14.30 |
BCP/DRP Framework |
| 14.30 – 15.00 |
Afternoon Coffee Break |
| 15.00 – 16.30 |
Trends on Information Security 2009 |
|
|
| Jum’at, 26 Juni 2009 |
| 08.00 – 09.30 |
Enterprise Information Security Architecture |
| 09.30 – 10.00 |
Morning Coffee Break |
| 10.00 – 11.30 |
Workgroup Discussion: BCP & Security |
| 11.30 – 11.50 |
Penutup |
| 11.50 – 14.00 |
Prayer & Luncheon |
|
|
Download brosur untuk informasi lebih lengkap
Software adalah sesuatu yang kompleks, oleh karenanya memerlukan SDM khusus yang berkualitas. Perlu waktu untuk pengembangannya dan dapat dipercepat jika dikerjakan oleh pihak yang mempunyai pengalaman sebelumnya.
Membeli ataupun outsource merupakan pilihan utama dalam pengadaan software di perusahaan di Indonesia. Mayoritas perusahaan-perusahaan di Indonesia melakukan perhitungan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) dengan menggunakan metode perbandingan, benchmarking ke perusahaan yang mirip, dan dekomposisi pekerjaan. Masih sangat sedikit perusahaan yang melakukan perhitungan HPS melalui metode empirik. Satuan Manday adalah satuan biaya yang paling banyak digunakan untuk menentukan HPS pengadaan software, walaupun belum ada standar baku mengaturnya. Dalam kaitannya dengan pembuatan estimasi biaya software ini, ditemukan permasalahan sebagai berikut:
84% responden menemukan penyimpangan antara estimasi biaya software dengan realisasinya.
Lebih dari 50% responden mengatakan berubahnya ruang lingkup saat pelaksanaan penyebab terjadinya penyimpangan.
Merumuskan requirement yang jelas menjadi kesulitan yang paling sering dihadapi responden dalam melakukan estimasi.
Bagaimana trend dan issue terkait dengan proyek pengembangan aplikasi? Apa saja yang menjadi kendalanya?
Bagaimana memutuskan untuk mengembangkan atau membeli? Apa saja risiko-risiko yang akan dihadapi?
Bagaimana state of the art Software Cost Estimation di Indonesia 2009 ini?
Bagaimana membreakdown pekerjaan proyek pengembangan software yang akan dilakukan?
Bagaimana menentukan SDM yang diperlukan dan profil kompetensinya?
Pelaksanaan:
Kamis – Jumat, 11 – 12 Juni 2009
Hotel Aston Tropicana
Jl. Cihampelas 125-129, Bandung
Schedule
| Kamis, 11 Juni 2009 |
| 09.15 – 09.30 |
Morning Coffee/Tea & Registration |
| 09.30 – 11.30 |
Software Project Trend and Issue: Build or buy, Project Risk, and Challenges |
| 11.30 – 13.00 |
Prayer & Luncheon |
| 13.00 – 14.30 |
Work Breakdown Structure for Application Development Project |
| 14.30 – 15.00 |
Afternoon Coffee Break |
| 15.00 – 16.30 |
Human Resource Requirement for Application Development Project |
|
|
| Jum’at, 12 Juni 2009 |
| 08.00 – 09.30 |
Mandays dan Total Cost Estimation for Application Development Project |
| 09.30 – 10.00 |
Morning Coffee Break |
| 10.00 – 11.30 |
Workgroup Discussion |
| 11.30 – 11.50 |
Penutup |
| 11.50 – 14.00 |
Prayer & Luncheon |
|
|
Download brosur untuk informasi lebih lengkap
Bagaimana framework CoBIT 4.1 secara umum ?
Bagaimana langkah-langkah mengimplementasikan CoBIT 4.1 dalam IT Management?
Bagaimana memulai langkah-langkah management guideline dalam praktek : melalui kajian studi kasus?
Di Indonesia, 50% perusahaan sudah menggunakan COBIT sebagai standar audit dalam melaksanakan IT Good Corporate Governance.
(Sumber : SHARING VISION™, Audit Survey, Maret 2007)
Awareness terhadap ISACA, ITGI, dan CoBIT, meningkat sejak 2003, Awareness terhadap CoBIT naik sebesar 50% dari 18% (2003) menjadi 27% (2006). Persentase populasi IT menggunakan satu atau lebih bagian dari CoBIT sebesar 10%.
(IT Governance Survey, Pricewaterhouse Coopers research, 2006)
Pelaksanaan:
Kamis – Jumat,04 – 05 Juni 2009
Hotel Grand Preanger Bandung
Jl. Asia Afrika 81, Bandung
Schedule:
| Kamis, 04 Juni 2009 |
| 09.15 – 09.30 |
Morning Coffee/Tea & Registration |
| 09.30 – 11.30 |
IT Governance and COBIT Framework |
| 11.30 – 13.00 |
Prayer & Luncheon |
| 13.00 – 14.30 |
Audit Guideline based on CoBIT 4.1 |
| 14.30 – 15.00 |
Afternoon Coffee Break |
| 15.00 – 16.30 |
Audit with based on CoBIT 4.1 Case Study : Manajemen IT Perusahaan |
|
|
| Jum’at, 08 Mei 2009 |
| 08.00 – 09.30 |
Audit with based on CoBIT 4.1 Case Study : Manajemen IT Perusahaan |
| 09.30 – 10.00 |
Morning Coffee Break |
| 10.00 – 11.30 |
Workgroup Discussion : Assessment and Maturity Level |
| 11.30 – 11.50 |
Penutup |
| 11.50 – 14.00 |
Prayer & Luncheon |
|
|
Download brosur untuk informasi lebih lengkap