Jaringan listrik PT PLN juga mati di kedua tempat itu. Berdasarkan pengamatannya, layanan seluler kembali normal dalam 2 hari, sementara listrik bisa berminggu-minggu. “Di tengah posisi negara yang memiliki ancaman bencana setiap, saat serta berkaca pengalaman yang sudah-sudah, kesadaran pelaku bisnis atas DRP dan BCP masih belum optimal,” katanya kepada Bisnis kemarin.
Setidaknya, menurut dia, hasil survei yang dilakukannya kepada 30 responden perusahaan tahun lalu menunjukkan dari 63% responden yang sudah memiliki DRP, baru 56% yang pernah menguji sistem DRP mereka.
Demikian pula dengan BCP, di mana perusahaan yang pernah menguji coba hanya mencapai 53%. 78% responden juga mengaku bahwa DRP dan BCP yang mereka tetapkan belum lengkap.
“Mereka sebenarnya tahu bahwa sistemnya belum lengkap, sementara potensi bencana terus mengintai, tapi minat perusahaan menyiapkan system yang andal rendah. Hanya 41% responden yang mengaku ingin mengembangkan DRP dan BCP lebih lanjut.”
Melihat situasi tersebut, Sharing Vision menilai wajar jika tidak kunjung muncul perbaikan layanan dari satu bencana ke bencana lainnya. Sebab kedua sistem itu dinilai masih sekadar sistem cadangan yang ada untuk syarat formalitas.
Dimitri merekomendasikan Depkominfo sebagai regulator sudah selayaknya membuat aturan yang mewajibkan penyedia jasa telematika memperhatikan keberadaan DRP.
Sumber:
URL : http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/teknologi-informasi/1id139617.html