Archive for February, 2010

Kultur Penunjang Peristiwa Bobolnya ATM

Posted 25 Feb 2010 — by admin
Category Sharing Vision

Ternyata, kultur masyarakat Indonesia memang menunjang terjadinya peristiwa bobolnya sejumlah anjungan tunai mandiri (ATM), belum lama ini. Kok bisa? Dimitri Mahayana, Fasilitator sekaligus Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, dalam Sharing Vision: Payment Business Market, 24-25 Februari ini, mengungkapkan prilaku tersebut.
Pertama, masyarakat Indonesia memiliki solodaritas-nilai gotong royong tinggi dengan sesamanya. Sungkan rasanya tidak berbagi sesuatu, sekalipun itu yang sifatnya konfidensial dan pribadi. Maka tak perlu heran, nomor PIN kartu ATM/debit/kredit pun sering di-share pada keluarga. Niatnya baik, prakteknya kontraproduktif.

Kedua, budaya ewuh pakewuh. Ini membuat rasa sungkan terhadap sesama melebihi segalanya. Daripada ribut-ribut, lebih baik diselesaikan secara kekeluargaaan, atau bahkan lebih baik diam saja. Makanya, begitu ada kasus pembobolan ATM, lebih baik diam saja daripada melapor. Komplotan peretas pun sulit dilacak.

Ketiga, budaya mistik di Indonesia juga masih kuat. Dalam konteks pembobolan ATM, proses hiptonis dan seterusnya, ada yang ditemukan. Begitu mendengar sesuatu yang terdengar gaib dan sensasional, masyarakat bukan menggunakan akal sehatnya. Namun malah tertarik, meski akhirnya kena perangkap.

Dengan tiga prilaku ini, maka kejahatan lebih mudah terjadi. Apalagi, dilihat dari sisi size bangsa, peretas jaringan sistem pembayaran di manapun akan selalu tertarik dengan kondisi Indonesia. Sebab, seiring jumlah penduduknya yang di atas 200 juta, jumlah nominal mapun transaksi pun luar biasa besar.

Ambil contoh dalam transaksi RTGS (real time gross settlement), di mana setiap hari transkasinya bernilai Rp180 triliun! Lantas, volume transaksi ATM berkisar 150 juta per bulan dengan nominal sekitar Rp170 triliun.

Dari jumlah itu, nominalnya mencapai Rp5 triliun per hari dengan rata-rata penarikan tiap nasabah Rp1,2 juta per bulan. Di sisi lain, berdasarkan data World Bank, transaksi bulanan 6 juta tenaga kerja Indonesia/TKI juga sangat besar.

Diproyeksikan, angkanya mencapai Rp100 triliun dengan kecenderungan transfer ke tanah air menggunakan net-banking. Maka siapa yang tidak ngiler apabila melihat deratan angka-angka ini.

”Dengan tren sindikasi peretas yang berasal dari satu negara, maka sebut saja peretas asal Rusia yang paling jago seluruh dunia, pasti melihat angka-angka ini. Di negaranya sendiri, pasti tidak sebesar Indonesia,” ujar Dimitri.

Atas situasi prilaku kurang safe dan tingginya potensi transaksi ini, maka ada tiga hal yang direkomendasikan olehnya. Pertama, di tengah bukti kegagalan industri perbankan menjaga sistemnya, maka sistem manajemen resiko perbankan harus diperketat.

Kedua, Bank Indonesia sebagai regulator inti harus lebih tegas dan berani mengatur industri keuangan dalam melindungi nasabah, bukan malah diatur industri. Ketiga, pola regulator perbankan Amerika harus segera diadopsi.

”Regulator Amerika itu intinya siap mengganti kerugian nasabah terlebih dahulu, sepanjang perbankan tidak bisa menunjukkan buktinya. Kalau regulator Eropa, bank cenderung lepas tangan, hampir mirip di Indonesia,” tutupnya. (Sharing Vision/*)

* Catatan sekilas  Sharing Vision Payment Business Market, Technology Trend 2010 & Regulation Update, 24-25 Februari 2010. Terimakasih untuk partisipasi Bank Indonesia, Bank BNI, Bank BRI, Bank BTN, Bank Bukopin, Bank CIMB Niaga, Bank DKI, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Aplikasi Lintasarta, Bahana TCW, Sigam Cipta Caraka, Telkom, Telkomsel.

Innovative Payment

Posted 25 Feb 2010 — by admin
Category Sharing Vision

  • Bagaimana business  model dan user experience yang mereka gunakan hingga menjadikan layanan ini booming di Singapura?
  • Bagaimana perkembangan bisnis dan market untuk Innovative Payment di dunia?
  • Bagaimana suara market Indonesia tentang layanan ini ?
  • Bagaimana arsitektur teknologi dan sekuriti yang dibutuhkan serta apa saja ancaman-ancamannya ?
  • Bagaimana membangun bisnis model micropayment di Indonesia?
  • Layanan apa saja yang tepat mengadopsi pembayaran Innovative Payment ini ?
  • Apa key success factor Singapore dalam mengimplementasikan Innovative Payment ?

Dan, bagaimana pula dengan arsitektur teknologi yang mereka gunakan?
Apa saja kendala-kendala yang mereka hadapi dalam implementasi Innovative Payment di Singapura?
Bagaimana user experience yang dapat menjadi kunci kesuksesan Innovative Payment di Indonesia?

Pelaksanaan

Rabu-Kamis, 16 – 17 Juni 2010
Royal Plaza on Scott Hotel
25 Scotts Road, Singapore

Schedule

Rabu, 16 Juni 2010
11.30 – 13.00 Registration & Luncheon
13.00 – 14.30 State of The Art Global Electronic & Mobile Micropayment & Mobile Remittance (Plus Indonesia Market Survey 2006-2009)
14.30 – 15.00 Afternoon Coffee Break
15.00 – 16.30 Best Practices : Innovative Payment in the World 2010
Kamis, 17 Juni 2010
09.30 – 11.30
Benchmarking on Micropayment State of The Art in Singapore: Market Penetration, Voice of Market, Business Model, Partnership Scheme, Merchant Collaboration Scheme, Interoperability (CEPAS)
Speaker: Expert from Singapore Payment Industry (Net Cash)

11.30 – 12.00 Closing
12.00 – 14.00 Prayer & Luncheon

Download Brosur Untuk Informasi Lebih Lengkap

Download Form Registrasi

Micro Finance Business & Information Technology

Posted 25 Feb 2010 — by admin
Category Sharing Vision

Grameen Bank, dengan 7 juta nasabah di 73 desa, dan 1178 cabang, 696 cabang diantaranya mampu mencapai rekor pengembalian pinjaman hingga 100%; 21 cabang berhasil mengentaskan 100% keluarga peminjam ke atas garis kemiskinan.

  • Apa saja key success factor Grameen Bank dalam mengimplementasikan layanannya?
  • Bagaimana best practice information technology untuk layanan microfinance di dunia, dan bagaimana information technology & innovation untuk microfinance untuk diterapkan di Indonesia?
  • Bagaimana update regulasi untuk layanan microfinance di Indonesia?

Pelaksanaan

Jum’at-Sabtu, 18 – 19 Juni 2010
Royal Plaza on Scott Hotel
25 Scotts Road, Singapore

Schedule

Jum’at, 18 Juni 2010
09.30 – 10.00 Registration
10.00 – 12.00 Information Technology for Indonesia Microfinance (Best Practices & Update Regulasi) Speaker : DR. Dimitri Mahayana, Chief of Sharing Vision, Dosen Teknik Elektro ITB
12.00 – 14.30 Prayer & Luncheon
14.30 – 17.00 Benchmarking to Grameen Bank: The Strategy of Microfinance Development in Bangladesh. Speaker: Expert of Grameen Bank Bangladesh (Comfirmed)
Sabtu, 19 Juni 2010
09.30 – 11.30 Workgroup & Dicussion (Information Technology & Innovation for Microfinance in Indonesia)
11.30 – 12.00 Closing

Download Brosur Untuk Informasi Lebih Lengkap

Download Form Registrasi

Dimitri Enlightment

Posted 24 Feb 2010 — by admin
Category Sharing Vision

Kumpulan artikel Dimitri Mahayana

BCP Update 2010: State of The Art & Best Practices

Posted 24 Feb 2010 — by admin
Category Sharing Vision

162 bencana di tahun 2006,456 bencana di tahun 2008,204 bencana hingga Juni 2009 (Sumber: Data Pusat
Penanggulangan Krisis,
Depkes, 2009)

Kejadian bencana alam terus meningkat, juga bencana minor yang tidak terprediksi bagi perusahaan. Bagaimana kesiapan perusahaan di Indonesia: 100% responden survey Sharing Vision 2009, menyatakan sudah memiliki Business Continuity Plan, namun hanya 71% yang pernah melakukan  pengujian BCP. (Sumber: Sharing Vision, 2009)

Sharing Vision ini membahas aspek-aspek penting seperti:

  • Bagaimana peta bencana di Indonesia dan potensi bencana di Indonesia
  • Bagaimana mitigasi potensi bencana tersebut?
  • Bagaimana state of the art Business Continuity dan Disaster Recovery Planning di Indonesia
  • Bagaimana memahami risiko bencana ini bagi keberlangsungan perusahaan?
  • Bagaimana cara menguji, mengaudit, melatih, dan mengelola agar pembangunan Business Continuity dan Disaster Recovery Plan betul-betul akan dapat me-recover perusahaan ketika terjadi bencana?

Pelaksanaan

Kamis – Jum’at, 25 – 26 Maret 2010
Hotel Aston Tropicana
Jl. Cihampelas 125-129, Bandung

Schedule

Kamis, 25 Maret 2010
09.15 – 09.30 Morning Coffee/Tea & Registration
09.30 – 11.30 Review: Indonesia Sebagai Disaster Region & Jenis-Jenis Bencana
11.30 – 13.00 Prayer & Luncheon
13.00 – 14.30 State of The Art Business Continuity and Disaster Recovery Planning in Indonesia 2010
14.30 – 15.00 Afternoon Coffee Break
15.00 – 16.30 Business Continuity and Disaster Recovery Framework
Jum’at, 26 Maret 2010
08.00 – 09.30 Testing, Auditing, Training ,and Maintaining Your Business Continuity Planning
09.30 – 10.00 Morning Coffee Break
10.00 – 11.30 Workgroup Discussion
11.30 – 11.50 Penutup
11.50 – 14.00 Prayer & Luncheon

Download Brosur Untuk Informasi Lebih Lengkap

Download Form Registrasi