Sungguh hebat !!! Disaat perusahaan serupa sulit melakukannya, Google mampu secara konsisten meningkatkan pendapatannya , berikut adalah pendapatan Google beberapa tahun terakhir :

Tahun 2006 $10,6 Milyar
Tahun 2007 $16,6 Milyar
Tahun 2008 $21,8 Milyar

Tahun lalu (2009) lebih dasyat lagi, Google mampu memperoleh pendapatan 23,65 Milyar Dollar dengan keuntungan bersih 27,57 %. Pemasukan terbesar Google adalah dari penjualan iklan (Google AdWords dan Google AdSense) dan jasa search technology kepada perusahaan-perusahaan.

Dan lebih hebatnya lagi pundi-pundi uang Google juga bertambah dari bidang Non Iklan. Google sudah merambah dunia telekomunikasi dengan GoogleVoip-nya dan Google Android, Google Checkout untuk pembayaran (perbankan) dan Google Cloud (storage) yang menjadi pesaing perusahaan data center. Luar biasa memang sepak terjang Google.

Butuh Kerelevansian di era G-I-M (Gadget Internet IT Lifestyle – Mobile)

Apa kunci sukses Google ? Selain inovasi, Google mampu menjaga kerelevansian produk yang dikeluarkan dengan kebutuhan konsumen; sehingga konsumen memang merasa butuh dan tidak merasa terganggu. Seringkali produk dan marketingnya malah mengganggu konsumen, contohnya serbuan sms-sms iklan operator seluler. SMS iklan yang datang lebih banyak mengganggu karena tidak jelas apa tujuannya dan tidak ada relevansinya dengan minat konsumen. Atau coba tengok dengan 3G yang dulu pernah digembar-gemborkan akan sukses, sekarang 3G lebih banyak digunakan hanya untuk akses internet saja, sungguh sayang padahal dulu operator telah berinvestasi sangat banyak.

Indonesia harus siap dengan era G-I-M

Data keberhasilan Google diatas memang luar biasa, tapi juga merupakan peringatan bagi kita semua. Jika semua lini di Indonesia tidak siap, maka siap-siap saja market kita dilahap oleh Google dan pesaing dari luar negeri lainnya.

Apakah kita harus selalu menggunakan PayPal atau Google Checkout ? Mengapa kita tidak membuat sarana pembayaran via internet buatan negeri sendiri. Kita dapat mencontoh China yang berhasil menghilangkan ketergantungan produk asing. Misalnya dengan menciptakan Alipay (sejenis PayPal) sebagai alat pembayaran di internet. Atau website Baidu (seach engine) yang mampu mengalahkan Google dan Yahoo.

Menurut Dimitri Mahayana, yang perlu kita lakukan adalah berani berinovasi, berinvestasi dengan tidak mengharapkan hasil secara cepat, tekun dan sabar. Tidak lupa juga harus fokus, karena jangan sampai kita ingin menguasai semua, tapi malah tidak mendapatkan apa-apa.

Jadi selamat berinovasi di Era G-I-M dengan memperhatikan kerelevansian dengan kebutuhan konsumen. (Sharing Vision/Rayyan Sugangga)

* * *

Referensi :

Sharing Vision : Gadget–Internet IT Lifestyle-Mobile, 28-29 Jan 2010, Sesi 1 : New Broadband Culture & Its Trend, Speaker : Dimitri Mahayana & Primus de Rosari