Jangan Jumawa

No Comments
Posted 18 Feb 2010 in Sharing Vision

Dulu sekali, ponsel yang pertama masuk di negeri ini antara Ericsson dan Siemens. Sebelum akhirnya Nokia menggurita, Ericsson bisa dibilang adalah pilihan pertama. Sebut seri Ericsson T10, maka semua orang umumnya akan ngeh.

Terlebih setelah pabrikan asal Swedia ini memutuskan berkongsi dengan Sony, maka kian lengkaplah kekuatan keduanya: Ericsson lama bergelut di peranti ponsel sementara Sony identik dengan perangkat elektronik kualitas suara terbaik.

Tapi, lihatlah apa yang terjadi sekarang. Baik di level nasional maupun global, pamor Sony Ericsson meredup. Bahkan tersalip oleh dua merek yang selama ini kerap mereka pandang remeh: LG dan Samsung.

Data dari lembaga riset global, IDC, pada awal Februari lalu menunjukkan pangsa pasar Sony Ericsson global pada 2009 mencapai 5,1%. Atau peringkat ke empat setelah Nokia (38,3%), Samsung (20,1%), serta LG (10,5%).

Posisi Sony Ericsson hanya selapis di atas produsen jagoan Amerika, Motorola dengan pangsa 4,9%. Samsung dan LG sendiri sepanjang tahun lalu mencatat pertumbuhan masing-masing 15,6% dan 17%.

Maka, melihat ini semua, pantang adanya bersikap jumawa dan meremehkan bisnis kompetitor dalam sebuah bisnis. Hari ini kecil, belum tentu besok kecil. Jadi, jangan pernah jumawa. Sudahkah Anda melakukannya? (An intermezzo)


Add Your Comment