Capacity Planning & Enterprise Business Performance

No Comments
Tags:
Posted 20 Jul 2010 in Sharing Vision

Banyak perusahaan di Indonesia belum memiliki metoda dan prosedur baku untuk perencanaan kapasitas teknologi informasi dalam rangka mendukung perkembangan bisnis perusahaan. Yang dimaksud dengan perkembangan bisnis adalah baik dari sisi perkembangan jumlah pelanggan, jumlah cabang, keberagaman delivery channel, keberagaman layanan maupun tuntutan service level. (Source: Dimitri Mahayana, 2010)

Mengapa Capacity Planning Penting Bagi Perusahaan?

1. Membangun Sistem Teknologi Informasi dengan performansi yang baik

2. Membantu Perencanaan dan Alokasi Resource

Contoh kasus:  User mengeluhkan lambatnya respon aplikasi dan perusahaan terburu-buru menambahkan resource bandwidth atau kapasitas server yang cukup mahal. Pada kenyataannya dimungkinkan penanganan masalah tersebut hanya dengan optimalisasi di aplikasinya.
Source: Sharing VisionTM, 2010

3. Membantu Evaluasi dan Pemilihan Infrastruktur dan Aplikasi

Contoh kasus:
Sebuah aplikasi mampu menghasilkan waktu respon kurang dari setengah detik dengan kemampuan memproses transaksi hingga 1,8 juta per jam. Sedangkan aplikasi lain mampu memberikan waktu respon kurang dari satu detik pada saat menangani 180 juta transaksi saat peak day. Mana aplikasi yang sebenarnya dibutuhkan oleh perusahaan? Untuk setiap alternatif bagaimana infrastruktur yang dibutuhkannya? Baik dari  sisi network, server, storage, maupun database?

Pelaksanaan

Kamis-Jumat, 26 – 27 Agustus 2010,
Grand Preanger Hotel,
Jl. Asia Afrika 81, Bandung

Schedule:

Kamis, 26 Agustus 2010
09.15 – 09.30 Morning Coffee/Tea & Registration
09.30 – 11.30 IT Performance by Design
11.30 – 13.00 Prayer & Luncheon
13.00 – 14.30 Case 1: Network Capacity Planning, Testing & Monitoring
14.30 – 15.00 Afternoon Coffee Break
15.00 – 16.30 Case 2: Server Capacity Planning, Testing & Monitoring
Jumat, 27 Agustus 2010
08.00 – 09.30 Case 3: Database Capacity Planning, Testing & Monitoring
09.30 – 10.00 Morning Coffee Break
10.00 – 11.30 Workgroup and Discussion
11.30 – 11.40 Penutup
11.40 – 14.00 Prayer & Luncheon*

* Bagi yang berpuasa mendapatkan layanan Sahur & Buka

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi :

Telepon : 022-7101403
Fax : 022-7271057

Email : sharing_vision@yahoo.com

HP: Intan (0815 6021 012), Bambang (0811 220 401)


· Respon waktu SMS minimal memenuhi Permenkominfo No 12/Per/M.KOMINFO/2008 yaitu tidak lebih dari 30 detik (sebanyak >95% dari total SMS yang terkirim melalui Operator pada periode tersebut) atau tidak lebih dari 60 detik (sebanyak minimal 5% total SMS yang berhasil diterima melalui Operator pada periode tersebut).

Source: http://www.postel.go.id/content/ID/regulasi/standardisasi/kepmen/qos%20jartapseluler%20110408.pdf; 2008

· Transaksi elektronis (ATM, e-Banking, dan SMS banking) sebuah bank mengalami offline selama beberapa waktu. Hal ini bisa merugikan pelanggan antara lain pelanggan yang menarik uang tunai melalui ATM akan memperoleh uang yang tidak sesuai dengan catatan debet yang ada di rekening.

Offline system dikarenakan gangguan itu terjadi akibat ketidaksesuaian transaksi pada akhir hari (end of the day).

Source: http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=VgZVA1RVV1oC;2006

· Beberapa nasabah dari beberapa bank di Indonesia mengeluhkan buruknya layanan SMS banking terkait respon layanan yang terlalu lama bahkan sama sekali tidak ada respon berhasilan/gagal hingga berhari-hari

Source: http://suarapembaca.co.cc/category/komplain; 2009; http://kupalima.wordpress.com/2008/09/05/sms-banking-bni-benar-benar-parah/;2008.

· Sistem ERP SAP mempunyai rata-rata waktu respon 500 milidetik. Dan dianggap cukup memuaskan.

Source: http://www-01.ibm.com/software/success/cssdb.nsf/CS/STRD-84ZLKN?OpenDocument&Site=default&cty=en_us; 2010


Add Your Comment