<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Sharing Vision</title>
	<atom:link href="http://www.sharingvision.biz/category/sharing-vision/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sharingvision.biz</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 04:13:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>BISNIS BROADBAND: Smartphone bisa dongkrak 100% pelanggan</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/02/10/bisnis-broadband-smartphone-bisa-dongkrak-100-pelanggan/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/02/10/bisnis-broadband-smartphone-bisa-dongkrak-100-pelanggan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 04:13:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[broadband]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2965</guid>
		<description><![CDATA[BANDUNG: Pelanggan Internet cepat (broadband) Tanah Air diprediksi akan mencapai lebih dari 20 juta pada tahun ini atau naik lebih dari 100% seiring dengan tingginya penetrasi ponsel pintar di pasar telekomunikasi. Dimitri Mahayana, Chief Sharing Vision—lembaga riset telematika, mengungkapkan bisnis broadband ini akan menjadi potensi bisnis yang sangat menggiurkan bagi pegiatnya. Menurut dia, pada tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDUNG: Pelanggan Internet cepat (broadband) Tanah Air diprediksi akan mencapai lebih dari 20 juta pada tahun ini atau naik lebih dari 100% seiring dengan tingginya penetrasi ponsel pintar di pasar telekomunikasi.</p>
<p>Dimitri Mahayana, Chief Sharing Vision—lembaga riset telematika, mengungkapkan bisnis broadband ini akan menjadi potensi bisnis yang sangat menggiurkan bagi pegiatnya.</p>
<p>Menurut dia, pada tahun lalu pengguna broadband diduga masih kurang dari 10 juta orang dan pada tahun ini bisa tumbuh  lebih dari dua kali lipat melampaui 20 juta pelanggan.</p>
<p>Bahkan, lanjutnya, jumlah pengguna layanan tersebut berpotensi mencapai angka angka maksimal hingga 30 juta pengguna atau melonjak hingga 200% lebih.</p>
<p>“Saya optimistis pertumbuhan layanan broadband bisa lebih dari 20 juta,” tuturnya hari ini (07/02).</p>
<p>Dia menegaskan pesatnya lonjakan pengguna broadband tersebut terjadi seiring dengan pertumbuhan pengguna Internet di Tanah Air yang begitu cepat.</p>
<p>Bahkan, ujarnya, pada tahun ini pengguna Internet diprediksi akan menembus 125 juta orang atau mencapai setengah populasi Indonesia.</p>
<p>Dimitri mengungkapkan jumlah pengguna Internet di dalam negeri berada pada kisaran 50 juta—100 juta orang hingga akhir tahun lalu.</p>
<p>“Kami memprediksi ke depan access point dan hot spot akan semakin banyak di sejumlah titik strategis. Bisnis broadband akan terus berkembang pesat. Pasarnya sangat terbuka. Semua operator diprediksi berlomba-lomba menggarap pasar ini,” katanya.</p>
<p>Selain itu, tegas dia, pertumbuhan pengguna Facebook dan jejaring sosial lainnya akan menjadi faktor pendukung booming-nya layanan broadband sepanjang 2012.</p>
<p>Dia memprediksi, jumlah pengguna jejaring sosial di Indonesia tahun ini akan melampaui 50 juta. Adapun 41 juta dari angka tersebut merupakan pengguna Facebook. “Pada tahun ini, Facebook masih tetap<br />
menjadi tren di masyarakat,” tuturnya.</p>
<p>Dia mengemukakan karakteristik pengguna jejaring sosial diprediksi akan berpindah haluan dari sebatas hiburan menjadi sarana bisnis atau e-commerce.</p>
<p>“Tren penggunaan social network mulai merambah pada e-commerce, dengan maraknya penjualan online melalui Facebook,” tuturnya.</p>
<p>Dia mengemukakan faktor pendorong lain penggunaan layanan broadband adalah keberadaan Google yang sudah menjadi mainstream.</p>
<p>Menurut dia, pengguna Internet di Indonesia akan semakin bergantung pada mesin pencari tersebut. Apalagi, Google menyediakan 100.000 domain gratis bagi usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia.</p>
<p>Dia menambahkan faktor yang mendukung gencarnya penetrasi layanan broadband tahun ini adalah home edutainment yang mulai mengarah pada koneksi broadband serta pesatnya pertumbuhan budaya sharing knowledge di Tanah Air.</p>
<p>“Sejumlah faktor tersebut akan sangat berperan dalam memacu pertumbuhan broadband sepanjang 2012,” tuturnya.</p>
<p>Sharing Vision, ujar dia, meminta operator telekomunikasi untuk fokus menggarap bisnis ini seiring dengan potensi bisnis yang sangat menggiurkan tersebut.</p>
<p>Hal itu disebabkan, ujar dia, layanan suara dan pesan sudah tidak bisa diunggulkan untuk memperoleh pendapatan sebanyak-banyaknya.</p>
<p>Jika tidak ingin ditinggalkan pelanggan, tegas Dimitri, operator hendaknya fokus menambah belanja modal untuk memperbaiki dan menambah infrastruktur broadband.</p>
<p>Sri Bimo Aryanto, Manager Service Management Telkomsel Regional Jawa Barat, menuturkan pihaknya akan memperkuat layanan broadband hingga 14 Mbps di 12 kabupaten/kota di provinsi tersebut pada tahun ini sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada pelanggan.</p>
<p>Menurut dia, Telkomsel menambah delapan kabupaten/kota broadband baru pada 2012 ini, yakni Garut, Banjar, Ciamis, Kuningan, Cianjur, Majalengka, Indramayu, dan Subang.</p>
<p>Pada tahun lalu, Telkomsel hanya menjadikan empat kabupaten/kota sebagai broadband city, yakni Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, dan Cimahi.</p>
<p>“Kami akan menambah delapan kabupaten/kota baru sebagai broadband city pada tahun ini sehingga kami akan memiliki 12 broadband city,” ujarnya.</p>
<p>Dia menjelaskan ke-12 kabupaten/kota tersebut dinilai memiliki pertumbuhan pelanggan data yang signifikan setiap tahun sehingga membutuhkan penguatan jaringan.</p>
<p>Meskipun hanya 12 kabupaten/kota yang dijadikan broadband city, ujar dia, sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat lainnya dinilai masih bisa melayani pelanggannya dengan kecepatan yang standar, yakni 3,6 Mbps—7,2 Mbps.</p>
<p>“Kami berharap peningkatan kualitas jaringan ini bisa berkontribusi terhadap pelayanan dan peningkatan jumlah pelanggan data,” ujarnya.(K30/Bsi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/02/10/bisnis-broadband-smartphone-bisa-dongkrak-100-pelanggan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berita di PR edisi 3 Februari 2012</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/02/10/2961/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/02/10/2961/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 04:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2961</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.sharingvision.biz/wp-content/uploads/2012/02/berita-di-PR-edisi-3-februari1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-2962" title="berita-di-PR-edisi-3-februari" src="http://www.sharingvision.biz/wp-content/uploads/2012/02/berita-di-PR-edisi-3-februari1-300x104.jpg" alt="" width="300" height="104" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/02/10/2961/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Data Center Bisa Tembus Rp 1 Triliun</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/02/10/bisnis-data-center-bisa-tembus-rp-1-triliun/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/02/10/bisnis-data-center-bisa-tembus-rp-1-triliun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 04:01:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[rizkan]]></category>
		<category><![CDATA[telkomsigma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2956</guid>
		<description><![CDATA[Achmad Rouzni Noor II &#8211; detikinet Jakarta &#8211; Bisnis data center di Indonesia diproyeksi bisa tumbuh menjadi Rp 1 triliun seiring meningkatnya kebutuhan kapasitas dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Menurut Chairman Sharing Vision Dimitri Mahayana, data center merupakan salah satu pendorong tumbuhnya industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada tahun 2012 ini. &#8220;Jika tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Achmad Rouzni Noor II &#8211; detikinet</p>
<p>Jakarta &#8211; Bisnis data center di Indonesia diproyeksi bisa tumbuh menjadi Rp 1 triliun seiring meningkatnya kebutuhan kapasitas dua kali lipat dari tahun sebelumnya.</p>
<p>Menurut Chairman Sharing Vision Dimitri Mahayana, data center merupakan salah satu pendorong tumbuhnya industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada tahun 2012 ini.</p>
<p>&#8220;Jika tahun lalu kapasitas data center 50 ribu meter persegi, tahun ini bisa mencapai 100 ribu meter persegi dengan nilai bisnis sekitar Rp 1 triliun,&#8221; kata dia saat ditemui detikINET, baru-baru ini.</p>
<p>Salah satu pemicu tingginya pertumbuhan pasar data center adalah mulai adanya kesadaran dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta perusahaan besar untuk menggunakan infrastruktur tersebut.</p>
<p>&#8220;Di Indonesia baru bisa sampai Tier-3 karena hambatannya banyak, tidak dari sisi TIK, tetapi infrastruktur dasar seperti pasokan listrik,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Untuk memenuhi kebutuhan akses internet cepat yang kian haus bandwidth besar, Indonesia diperkirakan butuh sedikitnya 10 data center yang dibangun secara khusus.</p>
<p>Menurut pengalaman dari perusahaan penyedia data center komersil di Asia Tenggara, CSF Group, Singapura yang pelanggan internetnya cuma 3 juta orang saja punya data center seluas 200 ribu meter persegi.</p>
<p>&#8220;Sementara kita di Indonesia dengan user internet 20 juta lebih cuma punya 20-30 ribu meter persegi. Untuk mengejar ketertinggalan dari Singapura, kita perlu sedikitnya membangun 10 data center lagi,&#8221; kata Daniel Korompis, Presiden Direktur Cyber CSF.</p>
<p>Cyber CSF sendiri merupakan perusahaan yang dibentuk khusus oleh CSF Group asal Malaysia untuk mengembangkan bisnis data center di Indonesia. Perusahaan ini menginvestasikan dana USD 100 juta untuk membangun gedung data center khusus seluas 10 ribu meter persegi untuk kapasitas 4000 rak server.</p>
<p>Sementara Telkom Sigma telah mempersiapkan data center seluas 15 ribu meter dengan investasi Rp 400 miliar untuk melengkapi dua data center sebelumnya yang telah dibangun di Surabaya dan Serpong.</p>
<p>&#8220;sebagai perusahaan yang fokus pada solusi IT services, kami tengah memperluas pasar dengan melengkapi portofolio solusi TelkomCloud untuk mendukung proses bisnis perusahaan baik segmen enterprise ataupun UMKM,&#8221; kata Rizkan Chandra, Presiden Direktur Telkomsigma.</p>
<p>Indonesia adalah negara dengan jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) paling banyak di ASEAN. Pada 2010, total UMKM di Indonesia sudah mencapai 51, 3 Juta unit usaha yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.</p>
<p>&#8220;Peran UMKM sangat penting mengingat 20 persen cadangan devisa Indonesia berasal dari usaha yang identik dengan ekonomi kerakyatan tersebut,&#8221; pungkas Rizkan.</p>
<p>*Publish di detikinet, 6 Januari 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/02/10/bisnis-data-center-bisa-tembus-rp-1-triliun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Regulasi Telko Harusnya Contoh Aturan Perbankan	Achmad Rouzni Noor II &#8211; detikinet</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/02/02/2945/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/02/02/2945/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 11:02:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[Dimitri Mahayana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2945</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Jakarta &#8211; Banyaknya kasus pelanggaran yang terjadi di sektor telekomunikasi Indonesia belakangan ini tak lain karena lemahnya regulasi yang ada. Sebut saja kasus pencurian pulsa dan anjloknya kualitas jaringan layanan. Regulasi telekomunikasi kita dinilai tak sekokoh regulasi perbankan. Padahal, jika dibandingkan dengan bank yang &#8216;hanya&#8217; melayani 40 juta pelanggan, telekomunikasi harusnya lebih diperhatikan karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta &#8211; Banyaknya kasus pelanggaran yang terjadi di sektor telekomunikasi Indonesia belakangan ini tak lain karena lemahnya regulasi yang ada. Sebut saja kasus pencurian pulsa dan anjloknya kualitas jaringan layanan.<br />
Regulasi telekomunikasi kita dinilai tak sekokoh regulasi perbankan. Padahal, jika dibandingkan dengan bank yang &#8216;hanya&#8217; melayani 40 juta pelanggan, telekomunikasi harusnya lebih diperhatikan karena melayani hampir seluruh penduduk Indonesia dengan 250 juta nomor yang beredar.<br />
&#8220;Sudah seharusnya industri telekomunikasi kita punya regulasi seperti Manajemen Risiko Teknologi Informasi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI),&#8221; kata Chairman Sharing Vision Dimitri Mahayana.<br />
Aturan BI dengan detail 150 halaman tersebut, seharusnya bisa dicontoh untuk aturan telekomunikasi. Misalnya, audit TI untuk suatu sistem yang diimplementasikan operator. Sehingga jika terjadi kesalahan bisa diproses dan jelas siapa yang bertanggungjawab.<br />
&#8220;Lebih penting lagi, ada akuntabilitas terhadap sistem yang dijalankan. Seperti pada kasus pencurian pulsa, sudah pasti bisa ketahuan siapa saja yang nakal. Tak ada lagi yang bisa mangkir dari tanggung jawab,&#8221; jelas Dimitri.<br />
Ia menyarankan agar Menkominfo mengeluarkan Keputusan Menteri (KM) terkait Manajemen Resiko Teknologi Informasi untuk memperkuat aturan telekomunikasi. Menurutnya, salah satu yang harus disasar jika aturan itu sudah diterbitkan oleh regulator adalah audit sistem penagihan oleh operator.<br />
&#8220;Harus ada kejelasan tentang penggunaan pulsa yang ada di operator. Seringkali pulsa hangus setelah pelanggan melewati masa tenggang. Harus diingat, pulsa itu masih hak pelanggan jika belum digunakan, belum menjadi hak operator. Aturan ini harus jelas,&#8221; katanya.<br />
Masalah QoS<br />
Sharing Vision sendiri menggarisbawahi adanya perbedaan quality of services (QoS) antara perbankan dengan telekomunikasi. Terlebih, Qos dari operator telekomunikasi dinilai kian memprihatinkan dan jauh dari standar sehingga berujung merugikan masyarakat.<br />
&#8220;Salah satu tantangan dari industri telekomunikasi pada 2012 ini adalah mengatasi QoS yang kian memburuk ini. Salah satu segmen pengguna yang paling mengeluh dari SMS Banking,&#8221; kata Dimitri.<br />
Diungkapkannya, dari survey yang dilakukannya terhadap pengguna SMS Banking, hal yang paling dikeluhkan terkait SMS konfirmasi lambat diterima, SMS layanan tidak terkirim, dan pulsa terpotong meskipun gagal melakukan transaksi.<br />
&#8220;Jika dari layanan suara call attempting saja sudah turun rasionya. Coba saja menelepon ke sesama operator, untuk mendapatkan nada sambung saja sudah susah. Saya menduga ini akibat dampak perang pemasaran tak terkendali yang tidak diimbangi optimisasi jaringan,&#8221; katanya.<br />
Secara terpisah, Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan QoS salah satu yang menjadi perhatian dari regulator.&#8221;Kami terus memantau cara operator menangani keluhan pelanggan terhadap kualitas. Sesuai standar operasi, jika tidak beres, tentu harus ada klarifikasi,&#8221; tegasnya.<br />
Operator diminta untuk berkomunikasi secara intens jika terjadi gangguan jaringan layaknya menginformasikan program pemasarannya.<br />
&#8220;Jangan kalau ada gangguan jaringan, pengumuman paling banter via situs perusahaan dan itu pun kalau sudah ramai di media massa. Seharusnya diinformasikan minimal melalui SMS broadcast, agar pelanggan tidak mencari tahu sendiri dan mendapatkan informasi liar yang ujungnya merugikan operator sebagai penyedia jasa,&#8221; keluhnya.<br />
Salah satu contoh kasus QoS yang terbaru adalah gangguan jaringan di Telkomsel. Beberapa pelanggan Telkomsel di Jabodatabek sempat mengalami gangguan dalam berkomunikasi, seperti mengecek pulsa dan mengirimkan SMS.<br />
&#8220;Iya, beberapa hari lalu ada gangguan, tapi sudah recover. Kalau ada pelanggan yang dirugikan ya bisa datang ke Grapari atau Call Center untuk diinvestigasi dan kemudian ambil tindak lanjut,&#8221; kata Deputi VP Sekretaris Perusahaan Telkomsel, Aulia E Marinto.</p>
<p>*Dipublikasikan di detik.com, Senin 30 Januari 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/02/02/2945/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2012, Transaksi E-Money Diperkirakan Rp 1,2 Triliun</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/2012-transaksi-e-money-diperkirakan-rp-12-triliun/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/2012-transaksi-e-money-diperkirakan-rp-12-triliun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 22:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[e-money]]></category>
		<category><![CDATA[trans studio]]></category>
		<category><![CDATA[uang digital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2943</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 23/01/2012 &#8211; 18:59 BANDUNG, (PRLM).- Uang elektronik (e-money) diprediksi akan mulai marak (booming) tahun ini. Sepanjang 2012, transaksi e-money diperkirakan akan mencapai Rp 1,2 triliun, tumbuh 62,5% dibandingkan tahun lalu. Pada 2011, dari sekitar 12 juta kartu yang beredar, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 750 miliar. Demikian hasil kajian Lembaga Riset Telematika Sharing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senin, 23/01/2012 &#8211; 18:59</p>
<p>BANDUNG, (PRLM).- Uang elektronik (e-money) diprediksi akan mulai marak (booming) tahun ini. Sepanjang 2012, transaksi e-money diperkirakan akan mencapai Rp 1,2 triliun, tumbuh 62,5% dibandingkan tahun lalu. Pada 2011, dari sekitar 12 juta kartu yang beredar, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 750 miliar.<br />
Demikian hasil kajian Lembaga Riset Telematika Sharing Vision. Selain nilai transaksi, jumlah pengguna e-money juga diperkirakan naik minimum 50%, menjadi sedikitnya 18 juta kartu yang beredar. Jumlah pengguna aktif juga akan naik dari sekitar 10% pada 2011 menjadi 20 % tahun ini.<br />
“Tahun lalu yang aktif hanya sekitar 10%. Sebagian besar e-money yang tidak aktif adalah yang diterbitkan operator telekomunikasi,” kata Sharing Vision, Dimitri Mahayana, di Bandung, Minggu (22/1/12).<br />
Masih minimnya penggunaan e-money pada 2011, menurut dia, terjadi karena belum aplikatifnya alat transaksi elektronik tersebut. Untuk e-money yang diterbitkan operator telekomunikasi, menurut dia, salah satu kendalanya adalah sistem transaksi yang tidak praktis.<br />
“Susah, mau belanja, harus SMS dulu. Kehandalan layanannya juga masih minim, Bahkan, saya pernah coba melakukan transaksi dengan e-money di salah satu merchant, kasirnya sama sekali tidak tahu bagaimana caranya,” tutur Dimitri.<br />
Untuk e-money yang berbasis bank, lanjut dia, kelemahannya adalah masih terbatasnya merchant yang bisa menerima e-money tersebut sebagai alat transaksi pengganti uang. “Hanya di tempat-tempat tertentu saja, masih terbatas,” ujarnya.<br />
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pada November 2011transaksi e-money hanya mencapai 4,12 juta dengan nilai Rp77,23 miliar. Jumlah transaksi tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan e-money yang beredar di masyarakat, 12,83 juta unit.<br />
Dari total nominal transaksi sebesar Rp 750 miliar pada 2011, 50% nya dilakukan dengan menggunakan e-money BCA. Namun, pertengahan 20111 e-money Bank Mega sempat menyalib e-money BCA, bersamaan dengan beroperasinya Trans Studio Bandung, yang tiket masuknya menggunakan e-money Bank Mega.<br />
Tingginya potensi pertumbuhan e-money tahun ini, menurut dia, salah satunya didorong kian tingginya persaingan operator telekomunikasi dan bank penerbit e-money. Saat ini, ada 11 penerbit e-money yang terdiri dari enam bank dan lima non bank. Untuk penerbit non-bank, T-cash Telkomsel menjadi yang terbanyak dengan 3 juta unit. (A-150/A-88)***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/2012-transaksi-e-money-diperkirakan-rp-12-triliun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelanggan Uang Digital Aktif Capai 4,8 juta</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/pelanggan-uang-digital-aktif-capai-48-juta/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/pelanggan-uang-digital-aktif-capai-48-juta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 22:36:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[uang digital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2941</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Lembaga penelitian Sharing Vision memprediksi dari 12 juta pengguna uang digital yang teregistrasi, hanya 30 hingga 40 persen yang akan aktif menggunakan jasa tersebut pada 2012. &#8220;Kita perkirakan pada tahun ini sekitar 30-40 persen atau 3,6 juta-4,8 juta pengguna yang akan aktif menggunakan uang digital dari semua penerbit, baik milik operator telekomunikasi maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Lembaga penelitian Sharing Vision memprediksi dari 12 juta pengguna uang digital yang teregistrasi, hanya 30 hingga 40 persen yang akan aktif menggunakan jasa tersebut pada 2012.</p>
<p>&#8220;Kita perkirakan pada tahun ini sekitar 30-40 persen atau 3,6 juta-4,8 juta pengguna yang akan aktif menggunakan uang digital dari semua penerbit, baik milik operator telekomunikasi maupun perbankan,&#8221; ungkap Chairman Sharing Vision Dimitri Mahayana di Jakarta, Senin (23/1).<br />
Dimitri mengungkapkan para operator telekomunikasi yang memiliki lisensi uang digital saat ini dalam keadaan bahaya karena Bank Indonesia sebagai pemberi izin tengah mengaji capaian berdasarkan perencanaan bisnis yang dimiliki.<br />
&#8220;Uang digital milik operator jalan di tempat. Bank Indonesia bisa menarik lisensi itu jika tidak dioptimalkan operator. Saya perkirakan dari yang aktif menggunakan uang digital itu, semua operator hanya aktif penggunanya sekitar 5-10 persen,&#8221; katanya.<br />
Dia melanjutkan pada tahun lalu transaksi menggunakan uang digital dari seluruh pemain sekitar 750 miliar rupiah dan bisa melonjak menjadi satu triliun rupiah pada tahun ini. &#8220;Salah satu yang menjadi potensi untuk mengadopsi uang digital adalah 2,8 juta pelanggan prabayar milik PLN. Ini basis pelanggan yang menjanjikan,&#8221; ujarnya.<br />
Dimitri juga memprediksi bahwa jasa uang digital di Indonesia belum akan berkembang selama dua kutub, yakni perbankan dan telekomunikasi, bersinergi. &#8220;Tidak bisa masing-masing pihak saling merasa bisa mengembangkan jasa ini dan memunculkan ego sektoral. Harus ada sinergi. Jika tidak, semua jalan di tempat,&#8221; katanya. yun/E-6</p>
<p>*Dipublikasikan di Koran Jakarta</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/pelanggan-uang-digital-aktif-capai-48-juta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun ini, transaksi e-money akan capai Rp1,2 triliun, naik 60%23 Januari , 2012</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/tahun-ini-transaksi-e-money-akan-capai-rp12-triliun-naik-60%23-januari-2012/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/tahun-ini-transaksi-e-money-akan-capai-rp12-triliun-naik-60%23-januari-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 22:35:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[e-money]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2938</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:: HerdiyanShare on Facebook Twitter Delicious Digg BANDUNG (bisnis-jabar.com): Lembaga riset telematika Sharing Vision memprediksikan transaksi layanan e-money akan mencapai Rp1,2 triliun pada tahun ini atau tumbuh 60% bila dibandingkan dengan transaksi 2011 sebesar  Rp750 miliar. Dimitri Mahayana, Chief Sharing Vision, mengungkapkan layanan e-money akan menjadi salah satu bisnis yang menggiurkan dan tumbuh lebih cepat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:: HerdiyanShare on	Facebook	Twitter	Delicious	Digg</p>
<p>BANDUNG (bisnis-jabar.com): Lembaga riset telematika Sharing Vision memprediksikan transaksi layanan e-money akan mencapai Rp1,2 triliun pada tahun ini atau tumbuh 60% bila dibandingkan dengan transaksi 2011 sebesar  Rp750 miliar.<br />
Dimitri Mahayana, Chief Sharing Vision, mengungkapkan layanan e-money akan menjadi salah satu bisnis yang menggiurkan dan tumbuh lebih cepat mulai 2012 seiring dengan mendesaknya kebutuhan pelanggan.<br />
Berdasarkan data Bank Indonesia, pengguna layanan e-money mencapai 12 juta orang hingga akhir tahun lalu.<br />
Menurut dia, saat ini penyedia jasa layanan e-money terbagi menjadi dua, yakni dunia perbankan dan operator telekomunikasi. Kedua penyedia jasa ini, terus menggenjot pelayanannya untuk meningkatkan jumlah pelanggan masing-masing.<br />
Namun, ujarnya, pengguna yang aktif bertransaksi hanya 1,2 juta orang atau 10% dari total pengguna. “Masih banyak pemilik akun e-money yang belum memanfaatkan layanan tersebut secara maksimal,” ujarnya hari ini.<br />
Dimitri menuturkan saat ini penyedia layanan tersebut semakin menjamur, baik perbankan maupun operator telekomunikasi. Adapun konsep yang digunakan penyedia jasa uang elektronik itu bervariatif terutama untuk menarik minat calon pelanggan.</p>
<p>*Dipublikasikan di Pikiran Rakyat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/tahun-ini-transaksi-e-money-akan-capai-rp12-triliun-naik-60%23-januari-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persaingan Operator Seluler Makin Tak Sehat</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/persaingan-operator-seluler-makin-tak-sehat/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/persaingan-operator-seluler-makin-tak-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 22:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[persaingan seluler]]></category>
		<category><![CDATA[tribun jabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2936</guid>
		<description><![CDATA[TJ Online &#8211; Selasa, 24 Januari 2012 &#124; 14:38 WIB BANDUNG, TRIBUN &#8211; Tahun ini, persaingan operator telekomunikasi dinilai akan lebih tidak sehat dibandingkan tahun lalu. Apalagi jumlah pelanggan mengalami stagnasi atau hanya mengalami kenaikan sekitar 10 persen pada tahun ini. Chairman Sharing Vision, Dimitri Mahayana mengatakan, operator telekomunikasi akan semakin bersaing untuk memperebutkan pelanggan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TJ Online &#8211; Selasa, 24 Januari 2012 | 14:38 WIB</p>
<p>BANDUNG, TRIBUN &#8211; Tahun ini, persaingan operator telekomunikasi dinilai akan lebih tidak sehat dibandingkan tahun lalu. Apalagi jumlah pelanggan mengalami stagnasi atau hanya mengalami kenaikan sekitar 10 persen pada tahun ini.<br />
Chairman Sharing Vision, Dimitri Mahayana mengatakan, operator telekomunikasi akan semakin bersaing untuk memperebutkan pelanggan. Tapi, operator sama sekali gagal untuk mengadakan konten apapun terhadap pelanggannya.<br />
&#8220;Persaingan operator telekomunikasi akan semakin tidak sehat. Kami prediksi paling banter tahun ini ada kenaikan jumlah pelanggan sekitar 10 persen. Saat ini pengguna mobile di Indonesia mencapai 200 juta pelanggan,&#8221; katanya pada saat melakukan jumpa pers di Bandung akhir pekan lalu.<br />
Dia menambahkan, selain itu revenue para operator telekomunikasi hanya datar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini berbeda dibandingkan pada sekitar 2000 di mana terjadi booming mobile phone di Indonesia.<br />
&#8220;Mereka hanya mengarah pada bisnis broadband. Selain itu, pengguna layanan public switched telephony network is declining atau PSTN semakin turun karena ada fasilitas internet phone, seperti skype. Saat ini ada 7 juta pengguna PSTN di Indonesia,&#8221; ujarnya.<br />
Pelayanan jasa telekomunikasi juga akan mengalami penurunan. Apalagi ditunjang pelanggan yang semakin bertambah, tetapi tidak diatur secara baik.</p>
<p>*Dipublikasikan di Tribun Jabar</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/persaingan-operator-seluler-makin-tak-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UKM di Indonesia Belum Siap Gunakan Komputasi Awan</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/ukm-di-indonesia-belum-siap-gunakan-komputasi-awan/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/ukm-di-indonesia-belum-siap-gunakan-komputasi-awan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 22:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[Cloud Computing]]></category>
		<category><![CDATA[komputasi awan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2934</guid>
		<description><![CDATA[Aditya Panji &#124; Wicaksono Surya Hidayat &#124; Minggu, 22 Januari 2012 &#124; 18:03 WIBDibaca: 3890Komentar: 2&#124; Share: Cloud Computing BANDUNG, KOMPAS.com &#8211; Perusahaan-perusahaan global sudah menganggap cloud computing atau komputasi awan sebagai model teknologi informasi (TI) masa depan. Namun, di Indonesia, perkembangannya diprediksi masih lambat. Terlebih di sektor usaha kecil menengah atau UKM. Lembaga riset [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aditya Panji | Wicaksono Surya Hidayat | Minggu, 22 Januari 2012 | 18:03 WIBDibaca: 3890Komentar: 2| Share:<br />
Cloud Computing</p>
<p>BANDUNG, KOMPAS.com &#8211; Perusahaan-perusahaan global sudah menganggap cloud computing atau komputasi awan sebagai model teknologi informasi (TI) masa depan. Namun, di Indonesia, perkembangannya diprediksi masih lambat. Terlebih di sektor usaha kecil menengah atau UKM.<br />
Lembaga riset telematika Sharing Vision, memprediksi sektor UKM di Indonesia belum siap untuk beralih ke komputasi awan. &#8220;Ini dikarenakan masih banyak UKM yang keberatan untuk membayar software,&#8221; ujar Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Dimitri Mahayana, di Bandung, Sabtu (21/1/2012).<br />
Dimitri menambahkan, budaya masyarakat yang enggan membeli software berlisensi, menjadi pemicu ketidaksiapan UKM beralih ke komputasi awan. Padahal, komputasi awan dapat menghemat biaya TI dan meningkatkan produktivitas UKM.<br />
Contoh kecil kemudahan yang diberikan dari komputasi awan, adalah UKM tak perlu lagi mengurus server mereka dan menyediakan ruangan khusus untuk server dengan suhu dingin yang tinggi. Server UKM akan diurus oleh perusahaan-perusahaan besar pemberi layanan komputasi awan.<br />
Komputasi awan memberi kemudahan para karyawan UKM untuk mengakses data pekerjaan di mana saja, melalui komputer atau smartphone yang terkoneksi jaringan internet.<br />
Kebanyakan UKM masih sangat terkonsentrasi pada core business mereka, sehingga melupakan sarana TI yang sebenarnya mampu menunjang bisnis. Kebanyakan UKM di Indonesia lebih memilih untuk mencatat transaksi bisnis secara manual.</p>
<p>*Dipublikasikan di Kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/ukm-di-indonesia-belum-siap-gunakan-komputasi-awan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Layanan SMS Banking Masih Banyak Dikeluhkan</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/layanan-sms-banking-masih-banyak-dikeluhkan/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/layanan-sms-banking-masih-banyak-dikeluhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 22:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[sms banking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2932</guid>
		<description><![CDATA[Aditya Panji &#124; Wicaksono Surya Hidayat &#124; Minggu, 22 Januari 2012 &#124; 13:44 WIBDibaca: 3802Komentar: 2&#124; Share: BANDUNG, KOMPAS.com &#8211; Layanan short message service (SMS) banking yang disediakan bank-bank di Indonesia, masih banyak dikeluhkan oleh penggunanya. Hal yang paling banyak dikeluhkan adalah keterlambatan atau tidak adanya SMS balasan yang mengkonfirmasi keberhasilan transaksi. Berdasarkan survey yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aditya Panji | Wicaksono Surya Hidayat | Minggu, 22 Januari 2012 | 13:44 WIBDibaca: 3802Komentar: 2| Share:</p>
<p>BANDUNG, KOMPAS.com &#8211; Layanan short message service (SMS) banking yang disediakan bank-bank di Indonesia, masih banyak dikeluhkan oleh penggunanya. Hal yang paling banyak dikeluhkan adalah keterlambatan atau tidak adanya SMS balasan yang mengkonfirmasi keberhasilan transaksi.<br />
Berdasarkan survey yang dilakukan lembaga riset telematika Sharing Vision, dalam laporan Mobile and SMS Banking Survey tahun 2011, 38% responden menyatakan mereka tidak menerima atau terlambat menerima SMS konfirmasi keberhasilan transaksi.<br />
34% responden menyatakan SMS layanan tidak terkirim. Sementara itu, ada 29% responden yang mengeluh karena pulsa mereka tetap dipotong, meskipun transaksi yang diajukan gagal.<br />
Menurut Dimitri Mahayana, Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, keluhan-keluhan itu bisa disebabkan karena adanya gangguan dari operator seluler, atau gangguan dari sistem bank yang sedang drop. &#8220;Semuanya keluhan yang merugikan pengguna itu masih bisa ditelusuri oleh Bank Indonesia dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI),&#8221; kata Dimitri, saat jumpa pers di Bandung, Sabtu (21/1/2012)<br />
Hal yang paling merugikan untuk pelanggan, ketika uang di rekening sudah didebet, namun pihak penerima belum menerima transaksi.<br />
Sementara itu, sebanyak 19% responden masih megeluhkan mahalnya tarif SMS permintaan dan respon layanan SMS banking. Sampai saat ini, biaya SMS permintaan dan SMS respon dari bank, berkisar antara Rp 275,- sampai Rp 900,-.<br />
Di tengah penetrasi penggunaan ponsel di Indoneia, hasil survei masih menunjukan 19% responden merasa kesulitan mengakses SMS banking. Ada pula responden yang mengaku sulit melakukan pendaftaran, sebanyak 8%.</p>
<p>*Dipublikasikan di Kompas.com</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/layanan-sms-banking-masih-banyak-dikeluhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

