Archive for the ‘Sharing Vision’ Category

Memperkuat Bisnis Utama (10 Ribu PHK Pegawai oleh Sony)

Posted 27 Apr 2012 — by sharingvision
Category Sharing Vision

Sony konfirmasi akan melakukan 10 ribu PHK di dalam reorganisasi besar-besaran. Menurut laporannya awal bulan April ini, presiden Sony dan CEO Kazuo Hirai mengatakan bahwa perusahan ini akan memotong 10 ribu pekerjaan secara global sebagai bagian dari reorganisasi besar “One Sony”.

Perusahaan ini memiliki lima tujuan sementara: ingin memperkuat bisnis utamanya — digital imaging, gaming dan mobile — yang bergelut di bisnis TV, meluas ke pasar-pasar yang bermunculan, menciptakan bisnis dan inovasi baru dan, terakhir, menyetel kembali portofolio bisnis dan mengoptimalkan sumber daya.

Memperkuat bisnis utamanya mencakup banyak konsolidasi — misalnya, Sony akan mempadukan smartphone, tablet dan bisnis-bisnis VAIO, dan mengurangi jumlah model produk dalam bisnis TV-nya. (An Intermezzo)

Sinergi Mengikis Kesenjangan

Posted 27 Apr 2012 — by sharingvision
Category Sharing Vision

[GAGDET]: Masalah kesenjangan digital, seperti dibahas dalam tema Update kali ini, adalah masalah klasik yang mendera bangsa ini sejak lama hingga sekarang. Alhasil, selain terjadi perbedaan pengetahuan, juga tercipta kesenjangan pembangunan.

Menurut penelitian Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Bandung, berdasarkan data Departemen Komunikasi dan Informatika tahun 2009 disebutkan, 43.000 dari 72.000 desa di Indonesia belum terjangkau fasilitas telekomunikasi.

Problem ini memang sedang diusahakan dikikis pemerintah melalui program Desa Berdering dan Desa Pintar yang akan dijalankan simultan pada periode 2010-2015 ini. Namun kita tahu, dengan lokasi berpulau-pulau, maka program ini tak semudah membalikkan tangan.

Karenanya, masalah kesenjangan digital ini adalah masalah besar bangsa Indonesia –seperti halnya terjadi pada kesenjangan laten bidang ekonomi, pendidikan, dan energi. Data dan fakta terkait menunjukkan bahwa kita masih memiliki banyak pekerjaan rumah.

Kita ambil contoh dalam adopsi teknologi internet kecepatan lebar (broadband). Tingkat penetrasi atau rasio jumlah kepemilikan dibandingkan jumlah penduduk masih sangat rendah, baru 1 persen saja. Kita lihat tabel lengkapnya di bawah ini:

Perbandingan penetrasi internet kecepatan tinggi di dunia

Urutan Negara Tingkat penetrasi
1 Korea Selatan 95 persen
2 Singapura 88 persen
3 Belanda 85 persen
4 Denmark 82 persen
5 Taiwan 81 persen
6 Hongkong 81 persen
7 Israel 77 persen
8 Swiss 76 persen
9 Kanada 76 persen
10 Norwegia 75 persen
….. …….
57 Indonesia 1 persen

Sumber: Sharingvision, Strategic Analytics, 2012

Dengan melihat tabel ini, memang tak mungkin kalau semua dikerjakan sendirian pemerintah. Kalangan praktisi, akademisi, BUMN, hingga lembaga swadaya masyarakat harus bersinergi. (Muhammad Sufyan & Tim www.cerkas.co)

- Publish di Pikiran Rakyat edisi 26 April 2012

Kota Bandung, Kota Industri Telekomunikasi

Posted 27 Apr 2012 — by sharingvision
Category Sharing Vision

[GADGET]: Tak ada kota yang paling tepat membicarakan industri telekomunikasi di Indonesia ini selain Bandung! Bukan karena alasan subyektif atau nostalgia semata, namun semuanya berdasarkan data valid.

Berdasarkan penelitian lembaga riset Sharing Vision pimpinan Dr. Dimitri Mahayana, akar dan motor industri telekomunikasi Indonesia sejak dulu hingga sekarang memang berasal dari Kota Bandung, dengan pelopornya PT INTI.

Namun selain mereka, sambung riset tersebut, ada sejumlah industri lainnya (umumnya milik swasta) yang memproduksi perlengkapan telekomunikasi, baik untuk konsumsi produk korporasi ataupun produk bagi end user.

Bagaimana perkembangan mereka sekarang? Harus diakui, setelah era perdagangan bebas yang justru memberi pajak 0 persen impor produk jadi dan 10% impor komponen industri, maka situasi jadi tidak menguntungkan bagi industri telekomunikasi Bandung.

Beberapa bahkan akhirnya bangkrut. Yang bertahan pun tidak memperoleh ‘kue’ signifikan dalam usahanya. Terlebih aturan soal kandungan lokal pemerintah tidak pernah sepenuhnya ditegakkan. Dan inilah sebagian daftar industri telekomunikasi asal Kota Kembang:

No Nama perusahaan Layanan Status
1 PT INTI Produk & Jasa Masih beroperasi
2 PT Compact Microwave Indonesia Satelit Masih beroperasi
3 PT Len Industri WiMax Masih beroperasi
4 PT Hariff Daya Tunggal Engineering Produk & Jasa Masih beroperasi
5 PT Quasar Produk end user Masih beroperasi
6 PT RFC Produk Tutup
7 PT Telnic Produk end user Tutup

 

Jadi,tak salah, Kota Bandung memang kota industri telekomunikasi di Indonesia! (Muhammad Sufyan & Tim www.cerkas.co)

Publish di Pikiran Rakyat edisi 19 April 2012

Memiliki Kekuatan (Unsur Lokal dalam Industri Game)

Posted 14 Apr 2012 — by sharingvision
Category Sharing Vision

Bagaimana jadinya bila para pengembang game di Indonesia mengangkat unsur lokal ke dalam produk garapannya? Jawabannya ada pada para game developer yang mayoritas berproduksi di Bandung.
CEO Anantarupa Studio Ivan Chen menyatakan unsur lokal sudah menjadi semacam identitas merek dan tantangan bagi perusahaannya. Lead Game designer Amulet Studio Ricky Nuriadi menuturkan banyak budaya lokal belum tersentuh dan belum dimainkan oleh para pengembang game.
Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film Departemen Pariwisata dan Industri Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ukus Kuswara menilai, “Kearifan lokal memiliki kekuatan, tinggal dikemas agar membuat konsumen tertarik.” (An Intermezzo)

Terus Menanjak (Rencana Samsung di Cina)

Posted 14 Apr 2012 — by sharingvision
Category Sharing Vision

Menanggapi banyaknya permintaan perangkat genggam, termasuk iPhone dan iPad, Samsung Electronic Co berencana membangun pabrik semikonduktor NAND flash senilai 7 miliar dolar US di Xi’an, Cina.
Investasi Semikonduktor Samsung di Cina”Cina akan menjadi pusat produksi untuk NAND flash bersama-sama dengan basis produksi di Korea Selatan,” ujar Seo Won Seok, analis Korea investment & Securities Co. Fasilitas pabrik ini merupakan investasi terbesar Samsung di luar Korea Selatan.
Peningkatan investasi ini juga didorong oleh permintaan flash memory yang digunakan untuk menyimpan foto, video dan aplikasi. Pada Desember tahun lalu, Samsung menyebutkan Cina dipilih sebagai lokasi pabrik mengingat pasar chip di negara ini terus menanjak. (An Intermezzo)