<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://www.sharingvision.biz/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sharingvision.biz</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 11:03:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Regulasi Telko Harusnya Contoh Aturan Perbankan	Achmad Rouzni Noor II &#8211; detikinet</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/02/02/2945/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/02/02/2945/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 11:02:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[Dimitri Mahayana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2945</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Jakarta &#8211; Banyaknya kasus pelanggaran yang terjadi di sektor telekomunikasi Indonesia belakangan ini tak lain karena lemahnya regulasi yang ada. Sebut saja kasus pencurian pulsa dan anjloknya kualitas jaringan layanan. Regulasi telekomunikasi kita dinilai tak sekokoh regulasi perbankan. Padahal, jika dibandingkan dengan bank yang &#8216;hanya&#8217; melayani 40 juta pelanggan, telekomunikasi harusnya lebih diperhatikan karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta &#8211; Banyaknya kasus pelanggaran yang terjadi di sektor telekomunikasi Indonesia belakangan ini tak lain karena lemahnya regulasi yang ada. Sebut saja kasus pencurian pulsa dan anjloknya kualitas jaringan layanan.<br />
Regulasi telekomunikasi kita dinilai tak sekokoh regulasi perbankan. Padahal, jika dibandingkan dengan bank yang &#8216;hanya&#8217; melayani 40 juta pelanggan, telekomunikasi harusnya lebih diperhatikan karena melayani hampir seluruh penduduk Indonesia dengan 250 juta nomor yang beredar.<br />
&#8220;Sudah seharusnya industri telekomunikasi kita punya regulasi seperti Manajemen Risiko Teknologi Informasi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI),&#8221; kata Chairman Sharing Vision Dimitri Mahayana.<br />
Aturan BI dengan detail 150 halaman tersebut, seharusnya bisa dicontoh untuk aturan telekomunikasi. Misalnya, audit TI untuk suatu sistem yang diimplementasikan operator. Sehingga jika terjadi kesalahan bisa diproses dan jelas siapa yang bertanggungjawab.<br />
&#8220;Lebih penting lagi, ada akuntabilitas terhadap sistem yang dijalankan. Seperti pada kasus pencurian pulsa, sudah pasti bisa ketahuan siapa saja yang nakal. Tak ada lagi yang bisa mangkir dari tanggung jawab,&#8221; jelas Dimitri.<br />
Ia menyarankan agar Menkominfo mengeluarkan Keputusan Menteri (KM) terkait Manajemen Resiko Teknologi Informasi untuk memperkuat aturan telekomunikasi. Menurutnya, salah satu yang harus disasar jika aturan itu sudah diterbitkan oleh regulator adalah audit sistem penagihan oleh operator.<br />
&#8220;Harus ada kejelasan tentang penggunaan pulsa yang ada di operator. Seringkali pulsa hangus setelah pelanggan melewati masa tenggang. Harus diingat, pulsa itu masih hak pelanggan jika belum digunakan, belum menjadi hak operator. Aturan ini harus jelas,&#8221; katanya.<br />
Masalah QoS<br />
Sharing Vision sendiri menggarisbawahi adanya perbedaan quality of services (QoS) antara perbankan dengan telekomunikasi. Terlebih, Qos dari operator telekomunikasi dinilai kian memprihatinkan dan jauh dari standar sehingga berujung merugikan masyarakat.<br />
&#8220;Salah satu tantangan dari industri telekomunikasi pada 2012 ini adalah mengatasi QoS yang kian memburuk ini. Salah satu segmen pengguna yang paling mengeluh dari SMS Banking,&#8221; kata Dimitri.<br />
Diungkapkannya, dari survey yang dilakukannya terhadap pengguna SMS Banking, hal yang paling dikeluhkan terkait SMS konfirmasi lambat diterima, SMS layanan tidak terkirim, dan pulsa terpotong meskipun gagal melakukan transaksi.<br />
&#8220;Jika dari layanan suara call attempting saja sudah turun rasionya. Coba saja menelepon ke sesama operator, untuk mendapatkan nada sambung saja sudah susah. Saya menduga ini akibat dampak perang pemasaran tak terkendali yang tidak diimbangi optimisasi jaringan,&#8221; katanya.<br />
Secara terpisah, Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan QoS salah satu yang menjadi perhatian dari regulator.&#8221;Kami terus memantau cara operator menangani keluhan pelanggan terhadap kualitas. Sesuai standar operasi, jika tidak beres, tentu harus ada klarifikasi,&#8221; tegasnya.<br />
Operator diminta untuk berkomunikasi secara intens jika terjadi gangguan jaringan layaknya menginformasikan program pemasarannya.<br />
&#8220;Jangan kalau ada gangguan jaringan, pengumuman paling banter via situs perusahaan dan itu pun kalau sudah ramai di media massa. Seharusnya diinformasikan minimal melalui SMS broadcast, agar pelanggan tidak mencari tahu sendiri dan mendapatkan informasi liar yang ujungnya merugikan operator sebagai penyedia jasa,&#8221; keluhnya.<br />
Salah satu contoh kasus QoS yang terbaru adalah gangguan jaringan di Telkomsel. Beberapa pelanggan Telkomsel di Jabodatabek sempat mengalami gangguan dalam berkomunikasi, seperti mengecek pulsa dan mengirimkan SMS.<br />
&#8220;Iya, beberapa hari lalu ada gangguan, tapi sudah recover. Kalau ada pelanggan yang dirugikan ya bisa datang ke Grapari atau Call Center untuk diinvestigasi dan kemudian ambil tindak lanjut,&#8221; kata Deputi VP Sekretaris Perusahaan Telkomsel, Aulia E Marinto.</p>
<p>*Dipublikasikan di detik.com, Senin 30 Januari 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/02/02/2945/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2012, Transaksi E-Money Diperkirakan Rp 1,2 Triliun</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/2012-transaksi-e-money-diperkirakan-rp-12-triliun/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/2012-transaksi-e-money-diperkirakan-rp-12-triliun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 22:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[e-money]]></category>
		<category><![CDATA[trans studio]]></category>
		<category><![CDATA[uang digital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2943</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 23/01/2012 &#8211; 18:59 BANDUNG, (PRLM).- Uang elektronik (e-money) diprediksi akan mulai marak (booming) tahun ini. Sepanjang 2012, transaksi e-money diperkirakan akan mencapai Rp 1,2 triliun, tumbuh 62,5% dibandingkan tahun lalu. Pada 2011, dari sekitar 12 juta kartu yang beredar, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 750 miliar. Demikian hasil kajian Lembaga Riset Telematika Sharing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senin, 23/01/2012 &#8211; 18:59</p>
<p>BANDUNG, (PRLM).- Uang elektronik (e-money) diprediksi akan mulai marak (booming) tahun ini. Sepanjang 2012, transaksi e-money diperkirakan akan mencapai Rp 1,2 triliun, tumbuh 62,5% dibandingkan tahun lalu. Pada 2011, dari sekitar 12 juta kartu yang beredar, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 750 miliar.<br />
Demikian hasil kajian Lembaga Riset Telematika Sharing Vision. Selain nilai transaksi, jumlah pengguna e-money juga diperkirakan naik minimum 50%, menjadi sedikitnya 18 juta kartu yang beredar. Jumlah pengguna aktif juga akan naik dari sekitar 10% pada 2011 menjadi 20 % tahun ini.<br />
“Tahun lalu yang aktif hanya sekitar 10%. Sebagian besar e-money yang tidak aktif adalah yang diterbitkan operator telekomunikasi,” kata Sharing Vision, Dimitri Mahayana, di Bandung, Minggu (22/1/12).<br />
Masih minimnya penggunaan e-money pada 2011, menurut dia, terjadi karena belum aplikatifnya alat transaksi elektronik tersebut. Untuk e-money yang diterbitkan operator telekomunikasi, menurut dia, salah satu kendalanya adalah sistem transaksi yang tidak praktis.<br />
“Susah, mau belanja, harus SMS dulu. Kehandalan layanannya juga masih minim, Bahkan, saya pernah coba melakukan transaksi dengan e-money di salah satu merchant, kasirnya sama sekali tidak tahu bagaimana caranya,” tutur Dimitri.<br />
Untuk e-money yang berbasis bank, lanjut dia, kelemahannya adalah masih terbatasnya merchant yang bisa menerima e-money tersebut sebagai alat transaksi pengganti uang. “Hanya di tempat-tempat tertentu saja, masih terbatas,” ujarnya.<br />
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pada November 2011transaksi e-money hanya mencapai 4,12 juta dengan nilai Rp77,23 miliar. Jumlah transaksi tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan e-money yang beredar di masyarakat, 12,83 juta unit.<br />
Dari total nominal transaksi sebesar Rp 750 miliar pada 2011, 50% nya dilakukan dengan menggunakan e-money BCA. Namun, pertengahan 20111 e-money Bank Mega sempat menyalib e-money BCA, bersamaan dengan beroperasinya Trans Studio Bandung, yang tiket masuknya menggunakan e-money Bank Mega.<br />
Tingginya potensi pertumbuhan e-money tahun ini, menurut dia, salah satunya didorong kian tingginya persaingan operator telekomunikasi dan bank penerbit e-money. Saat ini, ada 11 penerbit e-money yang terdiri dari enam bank dan lima non bank. Untuk penerbit non-bank, T-cash Telkomsel menjadi yang terbanyak dengan 3 juta unit. (A-150/A-88)***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/2012-transaksi-e-money-diperkirakan-rp-12-triliun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelanggan Uang Digital Aktif Capai 4,8 juta</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/pelanggan-uang-digital-aktif-capai-48-juta/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/pelanggan-uang-digital-aktif-capai-48-juta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 22:36:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[uang digital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2941</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Lembaga penelitian Sharing Vision memprediksi dari 12 juta pengguna uang digital yang teregistrasi, hanya 30 hingga 40 persen yang akan aktif menggunakan jasa tersebut pada 2012. &#8220;Kita perkirakan pada tahun ini sekitar 30-40 persen atau 3,6 juta-4,8 juta pengguna yang akan aktif menggunakan uang digital dari semua penerbit, baik milik operator telekomunikasi maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Lembaga penelitian Sharing Vision memprediksi dari 12 juta pengguna uang digital yang teregistrasi, hanya 30 hingga 40 persen yang akan aktif menggunakan jasa tersebut pada 2012.</p>
<p>&#8220;Kita perkirakan pada tahun ini sekitar 30-40 persen atau 3,6 juta-4,8 juta pengguna yang akan aktif menggunakan uang digital dari semua penerbit, baik milik operator telekomunikasi maupun perbankan,&#8221; ungkap Chairman Sharing Vision Dimitri Mahayana di Jakarta, Senin (23/1).<br />
Dimitri mengungkapkan para operator telekomunikasi yang memiliki lisensi uang digital saat ini dalam keadaan bahaya karena Bank Indonesia sebagai pemberi izin tengah mengaji capaian berdasarkan perencanaan bisnis yang dimiliki.<br />
&#8220;Uang digital milik operator jalan di tempat. Bank Indonesia bisa menarik lisensi itu jika tidak dioptimalkan operator. Saya perkirakan dari yang aktif menggunakan uang digital itu, semua operator hanya aktif penggunanya sekitar 5-10 persen,&#8221; katanya.<br />
Dia melanjutkan pada tahun lalu transaksi menggunakan uang digital dari seluruh pemain sekitar 750 miliar rupiah dan bisa melonjak menjadi satu triliun rupiah pada tahun ini. &#8220;Salah satu yang menjadi potensi untuk mengadopsi uang digital adalah 2,8 juta pelanggan prabayar milik PLN. Ini basis pelanggan yang menjanjikan,&#8221; ujarnya.<br />
Dimitri juga memprediksi bahwa jasa uang digital di Indonesia belum akan berkembang selama dua kutub, yakni perbankan dan telekomunikasi, bersinergi. &#8220;Tidak bisa masing-masing pihak saling merasa bisa mengembangkan jasa ini dan memunculkan ego sektoral. Harus ada sinergi. Jika tidak, semua jalan di tempat,&#8221; katanya. yun/E-6</p>
<p>*Dipublikasikan di Koran Jakarta</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/pelanggan-uang-digital-aktif-capai-48-juta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun ini, transaksi e-money akan capai Rp1,2 triliun, naik 60%23 Januari , 2012</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/tahun-ini-transaksi-e-money-akan-capai-rp12-triliun-naik-60%23-januari-2012/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/tahun-ini-transaksi-e-money-akan-capai-rp12-triliun-naik-60%23-januari-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 22:35:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[e-money]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2938</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:: HerdiyanShare on Facebook Twitter Delicious Digg BANDUNG (bisnis-jabar.com): Lembaga riset telematika Sharing Vision memprediksikan transaksi layanan e-money akan mencapai Rp1,2 triliun pada tahun ini atau tumbuh 60% bila dibandingkan dengan transaksi 2011 sebesar  Rp750 miliar. Dimitri Mahayana, Chief Sharing Vision, mengungkapkan layanan e-money akan menjadi salah satu bisnis yang menggiurkan dan tumbuh lebih cepat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:: HerdiyanShare on	Facebook	Twitter	Delicious	Digg</p>
<p>BANDUNG (bisnis-jabar.com): Lembaga riset telematika Sharing Vision memprediksikan transaksi layanan e-money akan mencapai Rp1,2 triliun pada tahun ini atau tumbuh 60% bila dibandingkan dengan transaksi 2011 sebesar  Rp750 miliar.<br />
Dimitri Mahayana, Chief Sharing Vision, mengungkapkan layanan e-money akan menjadi salah satu bisnis yang menggiurkan dan tumbuh lebih cepat mulai 2012 seiring dengan mendesaknya kebutuhan pelanggan.<br />
Berdasarkan data Bank Indonesia, pengguna layanan e-money mencapai 12 juta orang hingga akhir tahun lalu.<br />
Menurut dia, saat ini penyedia jasa layanan e-money terbagi menjadi dua, yakni dunia perbankan dan operator telekomunikasi. Kedua penyedia jasa ini, terus menggenjot pelayanannya untuk meningkatkan jumlah pelanggan masing-masing.<br />
Namun, ujarnya, pengguna yang aktif bertransaksi hanya 1,2 juta orang atau 10% dari total pengguna. “Masih banyak pemilik akun e-money yang belum memanfaatkan layanan tersebut secara maksimal,” ujarnya hari ini.<br />
Dimitri menuturkan saat ini penyedia layanan tersebut semakin menjamur, baik perbankan maupun operator telekomunikasi. Adapun konsep yang digunakan penyedia jasa uang elektronik itu bervariatif terutama untuk menarik minat calon pelanggan.</p>
<p>*Dipublikasikan di Pikiran Rakyat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/tahun-ini-transaksi-e-money-akan-capai-rp12-triliun-naik-60%23-januari-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persaingan Operator Seluler Makin Tak Sehat</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/persaingan-operator-seluler-makin-tak-sehat/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/persaingan-operator-seluler-makin-tak-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 22:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[persaingan seluler]]></category>
		<category><![CDATA[tribun jabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2936</guid>
		<description><![CDATA[TJ Online &#8211; Selasa, 24 Januari 2012 &#124; 14:38 WIB BANDUNG, TRIBUN &#8211; Tahun ini, persaingan operator telekomunikasi dinilai akan lebih tidak sehat dibandingkan tahun lalu. Apalagi jumlah pelanggan mengalami stagnasi atau hanya mengalami kenaikan sekitar 10 persen pada tahun ini. Chairman Sharing Vision, Dimitri Mahayana mengatakan, operator telekomunikasi akan semakin bersaing untuk memperebutkan pelanggan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TJ Online &#8211; Selasa, 24 Januari 2012 | 14:38 WIB</p>
<p>BANDUNG, TRIBUN &#8211; Tahun ini, persaingan operator telekomunikasi dinilai akan lebih tidak sehat dibandingkan tahun lalu. Apalagi jumlah pelanggan mengalami stagnasi atau hanya mengalami kenaikan sekitar 10 persen pada tahun ini.<br />
Chairman Sharing Vision, Dimitri Mahayana mengatakan, operator telekomunikasi akan semakin bersaing untuk memperebutkan pelanggan. Tapi, operator sama sekali gagal untuk mengadakan konten apapun terhadap pelanggannya.<br />
&#8220;Persaingan operator telekomunikasi akan semakin tidak sehat. Kami prediksi paling banter tahun ini ada kenaikan jumlah pelanggan sekitar 10 persen. Saat ini pengguna mobile di Indonesia mencapai 200 juta pelanggan,&#8221; katanya pada saat melakukan jumpa pers di Bandung akhir pekan lalu.<br />
Dia menambahkan, selain itu revenue para operator telekomunikasi hanya datar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini berbeda dibandingkan pada sekitar 2000 di mana terjadi booming mobile phone di Indonesia.<br />
&#8220;Mereka hanya mengarah pada bisnis broadband. Selain itu, pengguna layanan public switched telephony network is declining atau PSTN semakin turun karena ada fasilitas internet phone, seperti skype. Saat ini ada 7 juta pengguna PSTN di Indonesia,&#8221; ujarnya.<br />
Pelayanan jasa telekomunikasi juga akan mengalami penurunan. Apalagi ditunjang pelanggan yang semakin bertambah, tetapi tidak diatur secara baik.</p>
<p>*Dipublikasikan di Tribun Jabar</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/persaingan-operator-seluler-makin-tak-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UKM di Indonesia Belum Siap Gunakan Komputasi Awan</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/ukm-di-indonesia-belum-siap-gunakan-komputasi-awan/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/ukm-di-indonesia-belum-siap-gunakan-komputasi-awan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 22:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[Cloud Computing]]></category>
		<category><![CDATA[komputasi awan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2934</guid>
		<description><![CDATA[Aditya Panji &#124; Wicaksono Surya Hidayat &#124; Minggu, 22 Januari 2012 &#124; 18:03 WIBDibaca: 3890Komentar: 2&#124; Share: Cloud Computing BANDUNG, KOMPAS.com &#8211; Perusahaan-perusahaan global sudah menganggap cloud computing atau komputasi awan sebagai model teknologi informasi (TI) masa depan. Namun, di Indonesia, perkembangannya diprediksi masih lambat. Terlebih di sektor usaha kecil menengah atau UKM. Lembaga riset [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aditya Panji | Wicaksono Surya Hidayat | Minggu, 22 Januari 2012 | 18:03 WIBDibaca: 3890Komentar: 2| Share:<br />
Cloud Computing</p>
<p>BANDUNG, KOMPAS.com &#8211; Perusahaan-perusahaan global sudah menganggap cloud computing atau komputasi awan sebagai model teknologi informasi (TI) masa depan. Namun, di Indonesia, perkembangannya diprediksi masih lambat. Terlebih di sektor usaha kecil menengah atau UKM.<br />
Lembaga riset telematika Sharing Vision, memprediksi sektor UKM di Indonesia belum siap untuk beralih ke komputasi awan. &#8220;Ini dikarenakan masih banyak UKM yang keberatan untuk membayar software,&#8221; ujar Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Dimitri Mahayana, di Bandung, Sabtu (21/1/2012).<br />
Dimitri menambahkan, budaya masyarakat yang enggan membeli software berlisensi, menjadi pemicu ketidaksiapan UKM beralih ke komputasi awan. Padahal, komputasi awan dapat menghemat biaya TI dan meningkatkan produktivitas UKM.<br />
Contoh kecil kemudahan yang diberikan dari komputasi awan, adalah UKM tak perlu lagi mengurus server mereka dan menyediakan ruangan khusus untuk server dengan suhu dingin yang tinggi. Server UKM akan diurus oleh perusahaan-perusahaan besar pemberi layanan komputasi awan.<br />
Komputasi awan memberi kemudahan para karyawan UKM untuk mengakses data pekerjaan di mana saja, melalui komputer atau smartphone yang terkoneksi jaringan internet.<br />
Kebanyakan UKM masih sangat terkonsentrasi pada core business mereka, sehingga melupakan sarana TI yang sebenarnya mampu menunjang bisnis. Kebanyakan UKM di Indonesia lebih memilih untuk mencatat transaksi bisnis secara manual.</p>
<p>*Dipublikasikan di Kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/ukm-di-indonesia-belum-siap-gunakan-komputasi-awan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Layanan SMS Banking Masih Banyak Dikeluhkan</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/layanan-sms-banking-masih-banyak-dikeluhkan/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/layanan-sms-banking-masih-banyak-dikeluhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 22:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[sms banking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2932</guid>
		<description><![CDATA[Aditya Panji &#124; Wicaksono Surya Hidayat &#124; Minggu, 22 Januari 2012 &#124; 13:44 WIBDibaca: 3802Komentar: 2&#124; Share: BANDUNG, KOMPAS.com &#8211; Layanan short message service (SMS) banking yang disediakan bank-bank di Indonesia, masih banyak dikeluhkan oleh penggunanya. Hal yang paling banyak dikeluhkan adalah keterlambatan atau tidak adanya SMS balasan yang mengkonfirmasi keberhasilan transaksi. Berdasarkan survey yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aditya Panji | Wicaksono Surya Hidayat | Minggu, 22 Januari 2012 | 13:44 WIBDibaca: 3802Komentar: 2| Share:</p>
<p>BANDUNG, KOMPAS.com &#8211; Layanan short message service (SMS) banking yang disediakan bank-bank di Indonesia, masih banyak dikeluhkan oleh penggunanya. Hal yang paling banyak dikeluhkan adalah keterlambatan atau tidak adanya SMS balasan yang mengkonfirmasi keberhasilan transaksi.<br />
Berdasarkan survey yang dilakukan lembaga riset telematika Sharing Vision, dalam laporan Mobile and SMS Banking Survey tahun 2011, 38% responden menyatakan mereka tidak menerima atau terlambat menerima SMS konfirmasi keberhasilan transaksi.<br />
34% responden menyatakan SMS layanan tidak terkirim. Sementara itu, ada 29% responden yang mengeluh karena pulsa mereka tetap dipotong, meskipun transaksi yang diajukan gagal.<br />
Menurut Dimitri Mahayana, Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, keluhan-keluhan itu bisa disebabkan karena adanya gangguan dari operator seluler, atau gangguan dari sistem bank yang sedang drop. &#8220;Semuanya keluhan yang merugikan pengguna itu masih bisa ditelusuri oleh Bank Indonesia dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI),&#8221; kata Dimitri, saat jumpa pers di Bandung, Sabtu (21/1/2012)<br />
Hal yang paling merugikan untuk pelanggan, ketika uang di rekening sudah didebet, namun pihak penerima belum menerima transaksi.<br />
Sementara itu, sebanyak 19% responden masih megeluhkan mahalnya tarif SMS permintaan dan respon layanan SMS banking. Sampai saat ini, biaya SMS permintaan dan SMS respon dari bank, berkisar antara Rp 275,- sampai Rp 900,-.<br />
Di tengah penetrasi penggunaan ponsel di Indoneia, hasil survei masih menunjukan 19% responden merasa kesulitan mengakses SMS banking. Ada pula responden yang mengaku sulit melakukan pendaftaran, sebanyak 8%.</p>
<p>*Dipublikasikan di Kompas.com</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/29/layanan-sms-banking-masih-banyak-dikeluhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Business Continuity Management : Guideline &amp; Best Practices 2012</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/28/business-continuity-management-guideline-best-practices-2012/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/28/business-continuity-management-guideline-best-practices-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 08:20:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trifelo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2925</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana potensi bencana di Indonesia di tahun 2012 ? Bagaimana mereview Business Continuity Management yang sedang berjalan di Perusahaan maupun yang akan dikembangkan oleh perusahaan berdasar BCI Good Practice Guidelines 2010 ? Bagaimana mereview organisasi Business Continuity Management berdasar BCI Good Practice Guidelines 2010 ? Bagaimana mereview strategi dan implementasi Business Continuity Management berdasar BCI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>Bagaimana potensi bencana di Indonesia di tahun 2012 ?</li>
<li>Bagaimana me<em>review</em> Business Continuity Management yang sedang berjalan di Perusahaan maupun yang akan dikembangkan oleh perusahaan berdasar BCI Good Practice Guidelines 2010 ?</li>
<li>Bagaimana me<em>review</em> organisasi Business Continuity Management berdasar BCI Good Practice Guidelines 2010 ?</li>
<li>Bagaimana me<em>review</em> strategi dan implementasi Business Continuity Management berdasar BCI Good Practice Guidelines 2010 ?</li>
<li>Bagaimana me<em>review exercising</em> dan reviewing  Business Continuity Management berdasar BCI Good Practice Guidelines 2010 ?</li>
<li>Bagaimana pengalaman-pengalaman di lapangan dalam membangun dan me<em>review</em> Business Continuity Management ?</li>
</ol>
<p><strong>Pelaksanaan</strong></p>
<blockquote><p>Kamis-Jumat, 23 – 24 Februari 2012,<br />
Aston Tropicana Hotel,<br />
Jl. Cihampelas 125-129 , Bandung</p>
<p><strong>Schedule:</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="456" valign="top"><strong>Kamis, 23 Februari 2012</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top">09.15 &#8211; 09.30</td>
<td width="336" valign="top">Morning Coffee/Tea &amp; Registration</td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top">09.30 &#8211; 11.30</td>
<td width="336" valign="top"><strong>Potensi Bencana di Indonesia 2012 Speaker: Dr.Eng.Hamzah Latief, M.Si.; Kepala Pusat Kajian Bencana Institut Teknologi Bandung, Alumni Doktoral Universitas Tohoku, Jepang dan Aktivis penelitian bencana di Indonesia dan Jepang</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top">11.30 &#8211; 13.00</td>
<td width="336" valign="top">Prayer &amp; Luncheon</td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top">13.00 &#8211; 14.30</td>
<td width="336" valign="top"><strong>Reviewing BCM Based on BCI Good Practise Guidelines 2010: Understanding Organization</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top">14.30 &#8211; 15.00</td>
<td width="336" valign="top">Afternoon Coffee Break</td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top">15.00 &#8211; 16.30</td>
<td width="336" valign="top"><strong>Reviewing BCM Based on BCI Good Practise Guidelines 2010: Strategy and Implementing Response<br />
</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top"></td>
<td width="336" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="456" valign="top"><strong>Jumat, 24 Februari 2012</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top">08.00 &#8211; 09.30</td>
<td width="336" valign="top"><strong>Reviewing BCM Based on BCI Good Practise Guidelines 2010: Exercising and Maintaining</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top">09.30 &#8211; 10.00</td>
<td width="336" valign="top">Morning Coffee Break</td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top">10.00 &#8211; 11.30</td>
<td width="336" valign="top"><strong>Case Study: BCM in Bank Indonesia, Speaker : Bank Indonesia (<em>under confirmation</em>)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top">11.30 &#8211; 11.40</td>
<td width="336" valign="top">Penutup</td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top">11.40 &#8211; 14.00</td>
<td width="336" valign="top">Prayer &amp; Luncheon</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</blockquote>
<p><strong>Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi :<br />
</strong></p>
<p>Telepon : 022-7101403<br />
Fax : 022-7271057</p>
<p>Email :  sharing_vision@yahoo.com</p>
<p>HP: Intan (0815 6021 012), Bambang  (0811 220 401)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/28/business-continuity-management-guideline-best-practices-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tetap Terdepan (Survei Kenaikan Pendapatan Google 2011)</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/17/tetap-terdepan-survei-kenaikan-pendapatan-google-2011/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/17/tetap-terdepan-survei-kenaikan-pendapatan-google-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 23:38:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[revenue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2911</guid>
		<description><![CDATA[Pendapatan perusahaan Google, search engine yang paling banyak digunakan oleh pengguna Internet, mengalami kenaikan sebesar 33% per kuartal untuk tahun 2011. Google melaporkan pendapatannya di investor.google.com mendekati US$10 miliar, dan laba bersihnya naik menjadi US$2,73 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yaitu US$ 2,17 miliar. Perusahaan ini mengakhiri kinerja pada September dengan US$ 42,6 miliar di bank [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendapatan perusahaan Google, <em>search engine</em> yang paling banyak digunakan oleh pengguna Internet, mengalami kenaikan sebesar 33% per kuartal untuk tahun 2011.</p>
<p>Google melaporkan pendapatannya di investor.google.com mendekati US$10 miliar, dan laba bersihnya naik menjadi US$2,73 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yaitu US$ 2,17 miliar. Perusahaan ini mengakhiri kinerja pada September dengan US$ 42,6 miliar di bank dalam bentuk kas, setara kas, dan surat berharga jangka pendek.</p>
<p>Perusahaan ini telah mendapatkan 40 juta pengguna dan telah membuka Google + yang terbuka untuk siapa pun.Google diperkirakan akan terus mendapatkan kenaikan pendapatan dan tetap terdepan, melihat sampai saat ini belum ada gangguan besar dari para pesaingnya. Akankah mereka jadi yang terdepan? (An intermezzo)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/17/tetap-terdepan-survei-kenaikan-pendapatan-google-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wait and See (Survei Peningkatan Pengiriman Tablet Q2 2011)</title>
		<link>http://www.sharingvision.biz/2012/01/17/wait-and-see-survei-peningkatan-pengiriman-tablet-q2-2011/</link>
		<comments>http://www.sharingvision.biz/2012/01/17/wait-and-see-survei-peningkatan-pengiriman-tablet-q2-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 23:35:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sharingvision</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Vision]]></category>
		<category><![CDATA[IDC]]></category>
		<category><![CDATA[tablet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sharingvision.biz/?p=2909</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu jenis gadget yang pernah mengalami peningkatan pengiriman lebih dari 200% adalah komputer tablet. Tablet ini, dari berbagai macam merk, menunjukkan peningkatan 394% pada kuartal II 2011. Hasil survei IDC seperti yang dikutip Cellular-News.com menunjukkan bahwa total pengiriman tablet di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Kuartal II 2011 adalah 4.368.000, dimana produk Apple memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu jenis gadget yang pernah mengalami peningkatan pengiriman lebih dari 200% adalah komputer tablet. Tablet ini, dari berbagai macam merk, menunjukkan peningkatan 394% pada kuartal II 2011.</p>
<p>Hasil survei IDC seperti yang dikutip Cellular-News.com menunjukkan bahwa total pengiriman tablet di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Kuartal II 2011 adalah 4.368.000, dimana produk Apple memiliki angka tertinggi yaitu 2.910.000.</p>
<p>Tingginya minat terhadap tablet, khususnya di Eropa Barat, disebabkan oleh desain produk antarmuka sentuh yang intuitif, penggunaan internet-sentris, dan banyaknya aplikasi. Apakah para konsumen akan tetap memasang sikap <em>wait and see</em> untuk kehadiran iPad 3, seperti halnya untuk iPad 2? (An intermezzo)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sharingvision.biz/2012/01/17/wait-and-see-survei-peningkatan-pengiriman-tablet-q2-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

