31 Januari – 1 Februari 2008 , Grand Preanger Bandung
Banjir yang telah terjadi sepekan ini di Jawa Tengah menyebabkan jaringan listrik rusak parah. Beberapa wilayah yang terpaksa mengalami pemadaman adalah Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Kudus , Purwokerto, Cepu (Detikcom, 4 Januari 2008).
PT Telkom mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar akibat 1.355 SST (satuan sambungan telepon) terputus di Bojonegoro. 867 SST terputus akibat rumah kabel terendam air dan 468 SST lainya mati setelah kabel fiber optic yang melintasi sungai Bengawan Solo putus diterjang air banjir. (SuryaOnline, 3 Januari 2008)
Hal-hal itu adalah beberapa bencana alam yang menimpa bangsa kita di awal tahun 2008 ini. Di luar itu kita juga harus tetap mewaspadai potensi gempa bumi , tsunami , letusan gunung berapi dan lain-lain. Hal ini tampaknya menjadi salah satu faktor yang menyebabkan DRP/DRC/BCP menjadi isu paling top kedua setelah security dalam penerapan IT di perusahaan (sumber: Sharing Vision, IT Top 10 Issues 2008).
Beberapa pertanyaan yang harus dijawab perusahaan mengenai DRP/DRC/BCP adalah: (1) Apakah perusahaan telah ‘siap’ jika terjadi bencana?, (2) Apakah perusahaan dapat meminimalkan risiko & kerugian jika terjadi bencana?, (3)Berapa besar kerugian yang dialami perusahaan jika terjadi bencana?, (4) Berapa lama perusahaan dapat segera beroperasi kembali setelah bencana?
Dalam event SBSA yang kami selenggarakan ini, kami mengundang hadirin dari berbagai perusahaan untuk mendiskusikan langkah-langkah dalam membangun Disaster Recovery Strategy & Procedure (DRS dan DRP)dan menerapkannya. Acara ini akan dipandu oleh narasumber kami yang telah berpengalaman mendampingi beberapa perusahaan dalam membangun DRS dan DRP.
Poin-poin penting materi yang akan disajikan adalah: Read More

